Nabire, WAGADEI – Tokoh adat Sentani, Jhon Maurits Suebu mengimbau kepada warga Papua agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu miring menjelang peringatan 1 Mei 2026. Tiap tanggal 1 Mei diperingai sebagai Hari Aneksasi oleh aktivis dan tokoh perjuangan Papua merdeka.
Suebu mengatakan, peringatan Hari Aneksasi Papua tiap 1 Mei merupakan peristiwa terjadinya pengalihan atau integrasi kekuasaan wilayah Papua Barat dari UNTEA (otoritas PBB) ke Indonesia atau integrasi Papua ke dalam NKRI. Namun demikian, narasi tersebut dianggap sebagai pengalihan paksa oleh para aktivis dan kelompok pro Papua merdeka dimana peringatan tersebut akan dilakukan serentak dibeberapa kota di Papua dan luar Papua.
“Rakyat Papua saat ini lebih membutuhkan pembangunan, pendidikan, dan kesehatan daripada konflik identitas yang tak kunjung usai,” kata Suebu melalui keterangan tertulis yang diterima Wagadei.id pada Selasa (21/4/2026) di Nabire, Papua Tengah.
Dia menyatakan bahwa masyarakat Papua saat ini membutuhkan ketenangan untuk bekerja, berusaha, dan membangun. Maka dari itu, pihaknya menolak segala bentuk ajakan yang memecah belah, dan mendukung program pemerintah yang bertujuan membawa kesejahteraan bagi rakyat Papua.
Suebu bahkan meminta masyarakat tidak ikut arus oleh ajakan sesat pihak-hak yang tidak bertanggung jawab, yang hanya merugikan diri sendiri dan orang banyak.
“Saya imbau semua masyarakat Papua tidak melakukan gerakan tambahan dan ikut-ikut dengan ajakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat mengorbankan masyarakat,” katanya.
Dia juga mengharapkan agar semua masyarakat di Papua menjaga kedamaian dan ketentraman Tanah Papua yang dianggap sebagai tanah yang penuh berkat.
“Mari kita menjaga bersama situasi kamtibmas di tanah Papua agar Papua aman dan damai dalam mensejahterakan masyarakat Papua,” ujarnya. []
