Jayapura, WAGADEI – Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM merilis siaran pers kedua pada Jumat, 24 Juli 2026, menyatakan pasukan Kodap XVI Yahukimo di bawah pimpinan Komandan Operasi Mayor Kopitua Heluka bersama Batalyon Yamue dan Kanibal telah melakukan penembakan terhadap sebuah pesawat sipil di wilayah Dekai, Yahukimo.
Berdasarkan laporan yang diterima redaksi Wagadei.id, pesawat tersebut diduga kerap digunakan untuk mengangkut pasukan dan logistik militer Indonesia dari Jayapura maupun Timika masuk ke wilayah konflik di Yahukimo. Status kerusakan pesawat belum dapat dipastikan saat ini.
Pihak TPNPB menegaskan penembakan ini selaras dengan DPO yang telah diterbitkan sejak tahun 2025 bahwa setiap pesawat sipil yang terbukti digunakan untuk mendukung operasi militer di wilayah konflik menjadi sasaran yang sah. Mayor Kopitua Heluka bersama seluruh pasukannya menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas tindakan tersebut.
Juru Bicara TPNPB OPM Sebby Sambom meminta seluruh maskapai penerbangan sipil untuk segera menghentikan aktivitas penerbangan yang mendukung kepentingan militer di wilayah konflik Yahukimo, Intan Jaya, Nduga, Puncak, Pegunungan Bintang, Puncak Jaya, Wamena dan daerah konflik lainnya di Tanah Papua.
“Sudah berulangkali kali kami peringatkan bahwa pesawat sipil jangan drop militer Indonesia. Jika peringatan ini diabaikan, seluruh pesawat sipil yang terlibat pengangkutan militer, kami TPNPB OPM akan tetap serang,” kata Sebby.
Selain itu, TPNPB juga meminta aparat militer Indonesia berhenti menggunakan fasilitas penerbangan sipil untuk kepentingan operasi tempur.
“Kami mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menegakkan hukum humaniter internasional dalam konflik bersenjata non-internasional yang terjadi, guna menjamin keamanan fasilitas umum dan warga sipil tidak terlibat dalam pertempuran,” katanya. (*)
