Dekan Moni Minta Kinerja Polisi di Dogiyai Dievaluasi

Nabire, WAGADEI.ID – Pastor Dekan Dekenat Moni-Puncak, Keuskupan Timika, Pastor Yance Wadogouby Yogi, Pr meminta kepada Polda Papua Tengah agar segera mengevaluasi kinerja polisi dan Kapolres Dogiyai.

Hal tersebut dikatakan Dekan Moni-Puncak, Keuskupan Timika, Pastor Yance melalui keterangan tertulis kepada Wagadei.id di Nabire, Papua Tengah, Kamis (2/4/2026).

Pada Selasa pagi, 31 Maret 2026 anggota Polsek Moanemani, Brigadir Dua (Bripda) Jufentus Edowai ditemukan tewas setelah dibacok orang tak dikenal (OTK). Polisi kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, hingga mengakibatkan enam warga sipil dilaporkan meninggal dunia. Dua warga lainnya mengalami luka berat dalam peristiwa di Moanemani, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Bacaan Lainnya

“Kita ditunjuk sebagai Kapolres, kita menangani masalah, menangani wilayah kabupaten dengan cara humanis, bukan dengan cara mengorbankan nyawa manusia,” kata Pastor Yance.

Pastor Yance mengatakan, polisi harus melakukan pendekatan dengan cara manis, bukan bertindak dengan kekerasan, bukan perang, dan bukan melakukan pembunuhan di mana-mana.

“Kita sebagai orang yang diberi kepercayaan melayani masyarakat, (seharusnya) mengamankan situasi wilayah dengan cara humanis,” katanya.

“Oleh karena itu, kami dari pihak gereja Katolik mengimbau kepada bapak Kapolda Provinsi Papua Tengah segera mengevaluasi kinerja pelayanan atau tanggung jawab terhadap Kapolres Dogiyai karena dinilai Kapolres Kabupaten Dogiyai tidak mampu,” katanya lagi.

Dia juga menegaskan agar Kapolres Dogiyai bertanggung jawab dalam tugas di wilayah hukumnya di Kabupaten Dogiyai, karena telah mengakibatkan konflik dan juga banyak nyawa meninggal. []

Pos terkait