WAMENA, WAGADEI.ID – Putusnya jembatan gantung di Kali Uwe, Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan saat konflik perang suku menelan korban jiwa. Hingga hari ketiga pencarian, tercatat 9 orang meninggal dunia dari sekitar 30-an warga yang tenggelam.
Hari pertama pencarian, Kamis, 7 Mei 2026, ditemukan 6 korban meninggal dunia. Tiga diantaranya langsung dilakukan prosesi adat bakar jenazah oleh keluarga di lokasi, sementara tiga lainnya dibawa ke RSUD Wamena. Hari kedua Jumat, 8 Mei 2026 kembali ditemukan 3 korban meninggal dunia dan dibawa ke RSUD Wamena. Sedangkan pada hari ketiga, Minggu, 9 Mei 2026, tidak ditemukan korban tambahan.
Personel Satuan Binmas Polres Jayawijaya bersama Basarnas Jayawijaya terus melaksanakan pencarian sejak Jumat (8/5/2026). Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Jayawijaya, Zabur Esomar, dengan melibatkan personel Sat Binmas dan lima anggota Basarnas.
Pencarian dimulai sejak pukul 08.20 WIT, dengan tim gabungan menyisir aliran Sungai Wouma dari bagian atas hingga bawah. Dalam prosesnya, ditemukan empat jenazah di beberapa titik, termasuk dua korban jembatan gantung, seorang anak berusia sekitar lima tahun, serta seorang bayi.
Kasat Binmas Polres Jayawijaya menegaskan, bahwa pencarian ini merupakan bentuk respons cepat Polri bersama instansi terkait, dalam membantu masyarakat terdampak musibah.
“Kegiatan pencarian ini kami lakukan sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian Polri bersama Basarnas untuk membantu masyarakat yang sedang berduka,” ujar Zabur Esomar. []
