DPRK Paniai Minta Keterbukaan Informasi Aktivitas Militer Jelang 17 Agustus  

Paniai, WAGADEI – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada 17 Agustus 2026, muncul kekhawatiran di kalangan masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Paniai. Kekhawatiran ini dipicu oleh aktivitas patroli TNI yang berlangsung mendadak tanpa sosialisasi sebelumnya kepada warga setempat.

 

Bacaan Lainnya

Hal itu dikatakan oleh anggota DPRK Paniai, Yudas Nawipa. Sejak pukul 05.00 pagi, warga di kawasan Agabado, Gebado, dan Deyatei melaporkan adanya patroli TNI Angkatan Laut menggunakan empat unit speedboat yang bergerak di perairan Danau Paniai. Aparat juga terlihat menanam bendera Merah Putih di tepi danau, tepatnya di wilayah Gebado, sebelum kemudian bergerak menuju Paniai Barat dan Tekluk Deya.

Baca: https://wagadei.id/2026/08/12/kronologi-kontak-tembak-pecah-saat-pasukan-gabungan-masuk-wilayah-markas-tpnpb-opm/

“Kehadiran personel TNI/AL atau TNI non organik dengan perlengkapan lengkap yang berlangsung secara tiba-tiba ini sangat dapat dipahami memicu kegelisahan masyarakat, terutama nelayan dan warga yang beraktivitas di sekitar danau Muno Peku (Paniai). Tanpa adanya informasi resmi terkait patroli itu. Jadi warga bertanya-tanya apakah ini bagian dari pengamanan rutin menjelang HUT RI atau kegiatan teknis lainnya,” ujar Yudas Nawipa kepada wagadei.id dibalik selularnya.

Anggota DPR Kabupaten Paniai, Yudas Nawipa, dalam pernyataan resminya mendesak Ketua Panitia HUT RI Kabupaten Paniai bersama Forkopimda Paniai untuk segera berkoordinasi dengan jajaran TNI/AL di wilayah tersebut guna mengonfirmasi maksud dan tujuan pergerakan patroli tersebut.

Baca: https://wagadei.id/2026/08/12/tni-bereaksi-di-danau-paniai-picu-baku-tembak-wpa-klaim-usir-aparat-kembali-ke-enarotali/

“Keterbukaan informasi dan komunikasi antara panitia penyelenggara, aparat keamanan, dan warga sangat penting agar tidak memicu kepanikan atau rasa takut kepada masyarakat dan nelayan di danau Paniai,” katanya.

 

Panitia HUT RI diminta segera mengeluarkan pengumuman atau klarifikasi resmi guna menjelaskan status kegiatan yang dilakukan, sehingga masyarakat mendapatkan kepastian informasi dan tidak merasa cemas.

 

Pernyataan ini juga menyoroti peran penting tokoh adat, tokoh agama serta kepala distrik dan kampung di kawasan danau Paniai untuk memfasilitasi komunikasi dua arah. Hal ini agar aspirasi dan kekhawatiran warga dapat tersampaikan dengan baik, dan situasi di lapangan tetap terkendali serta kondusif.

 

“Menjaga suasana yang aman, kondusif, dan saling percaya antara warga serta penyelenggara kegiatan adalah hal utama agar peringatan HUT RI ke-81 dapat berlangsung dengan damai dan tenteram bagi seluruh masyarakat Paniai,” kata Yudas. (*)

Pos terkait