TNI Bereaksi di Danau Paniai Picu Baku Tembak, WPA Klaim Usir Aparat Kembali ke Enarotali

Enarotali, WAGADEI – Warga Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, melaporkan adanya aktivitas militer TNI yang mencurigakan di kawasan Danau Paniai sejak pagi hari. Patroli yang menggunakan empat unit speedboat tersebut disertai penanaman bendera Merah Putih di tepi danau, kemudian bergerak ke arah Paniai Barat, wilayah yang diduga berdekatan dengan basis kelompok bersenjata West Papua Army (WPA) beserta TPN-OPM, TPNPB dan TRWP.

Kedatangan aparat militer itu memicu kontak senjata. Panglima Tertinggi WPA, Damianus Magai Yogi, mengonfirmasi baku tembak yang berlangsung lebih dari satu jam di muara Kali Totiyo, tepi Danau Paniai.

“Mereka (TNI) keluarkan tembakan senjata sebanyak 7.010 butir peluru,” ujar Yogi melalui sambungan telepon.

Ia menyatakan pihaknya telah bersiaga dan melakukan penghadangan. WPA mengklaim tidak ada anggota yang menjadi korban luka maupun tewas, serta berhasil mendorong pasukan TNI yang jumlahnya cukup banyak untuk kembali ke Enarotali.

“Memang mereka datang tiba-tiba, tapi kami sudah hadang mereka. Anggota dari kami tidak ada yang korban, entah luka-luka maupun korban berat. Kami sudah usir mereka kembali ke Enarotali,” katanya.

Yogi menduga kedatangan pasukan TNI non-organik itu didorong dua kemungkinan, pertama, terkait peristiwa perampasan senjata yang dilakukan TPNPB-OPM Kodap XIII Kegepanipoda Paniai di bawah pimpinan Matias Gobai; kedua, sebagai upaya menciptakan kondisi menjelang peringatan 17 Agustus, terlebih dahulu Yogi telah mengeluarkan pernyataan mengajak rakyat Papua tidak mengikuti perayaan maupun upacara bendera HUT Republik Indonesia.

Namun demikian, Yogi menegaskan perampasan senjata tersebut bukan dilakukan oleh pihaknya.

“Yang perampasan senjata itu bukan kami yang rampas, tapi semua orang sudah tahu siapa yang rampas. Jadi jangan salah sasaran,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa selama ini pihaknya tidak pernah mengganggu aktivitas di Paniai, terbukti saat pasukan TNI melintas menuju Obano maupun Aradide dibiarkan bebas. Namun, upaya masuk ke wilayah yang dianggap markas WPA dianggap sebagai provokasi.

“Kami kan selalu biarkan mereka, tapi TNI mau coba-coba kami, kami tidak akan mundur. Asalkan mereka jangan seperti anak kecil, kalau mau perang harus dewasa. Memang kami ini musuh, itu intinya,” kata Yogi.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak TNI terkait insiden tersebut. Warga sekitar dilaporkan dalam keadaan waspada menyusul ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Danau Paniai. (*)

Pos terkait