Maybrat, WAGADEI — Tiga warga sipil diantaranya dua perempuan dan satu pria menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh anggota TNI Angkatan Laut yang menempati Pos Sory, Kampung Aifam, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Kamis, 13 Agustus 2025, sekitar pukul 17.20 sore.
Informasi ini disampaikan oleh KNPB Wilayah Maybrat, yang menyatakan ketiga korban adalah warga yang sedang beraktivitas di kebun mereka di kawasan Muara Aifat.
Berdasarkan keterangan yang diterima, ketiga korban berada di area kebun:
– Mama Anike Fatie (istri Herman Saud) sedang membakar keladi di pondok kebun, lalu berjalan menuju sungai untuk mandi. Saat itulah ia mendengar suara letupan yang awalnya dikira petasan. Namun saat melihat ke arah suara, ia melihat tiga ekor anjingnya tertembak. Saat ia berlari memeluk anjing-anjingnya, ia sendiri ditembak dari arah belakang.
– Silvester Asem yang berada di pondok mendengar suara tembakan dan berusaha lari, namun ditembak oleh anggota TNI.
– Selviana Sorry (istri Marius Saud) juga berada di pondok dan terkena tembakan saat peristiwa terjadi.
Berikut rincian korban penembakan:
Ketiga korban dilaporkan mengalami luka tembak berat dan membutuhkan penanganan medis segera.
KNPB Wilayah Maybrat menyatakan bahwa penembakan dilakukan secara langsung oleh anggota TNI Angkatan Laut yang bertugas di Pos Sory, Kampung Aifam, Distrik Aifat Timur Tengah. Belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun pemerintah daerah terkait alasan penembakan terhadap warga sipil yang sedang beraktivitas di kebun.
KNPB Wilayah Maybrat mengecam insiden ini dan menegaskan kembali situasi di tanah Papua sebagai darurat militer dan darurat kemanusiaan.
“Peristiwa penembakan ini terjadi di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya. Informasi dan kronologi lengkap akan menyusul,” tulis dalam pernyataan tersebut, disertai tagar: #PapuaDaruratMiliter, #PapuaDaruratKemanusiaan, #PapuaDOM.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak TNI maupun aparat kepolisian terkait insiden penembakan tersebut. (*)
