Nabire, WAGADEI – Gedung Gereja Kingmi Jemaat Kasih di Topo, Klasis Nabire, Koordinator Teluk Cenderawasih diresmikan setelah direnovasi hari ini, Jumat, (28/6/2024).
Turut hadir dalam acara peresmian tersebut Ketua Klasis Nabire, Pdt. Mordekahi Ohilla, Ketua STT Walter Post Kampus II Nabire Marthen Douw, Sekertaris Klasis Nabire Yulianus Pigome, perwakilan Koordinator Teluk Cenderawasih Alberth Keiya sekaligus Wakil Ketua l Sinode Kingmi di Tanah Papua, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire yang diwakili Kepala Distrik Uwapa Karel Tekege, Polsek Uwapa, para hamba Tuhan Jemaat di koordinator Teluk Cenderawasih, serta para undangan simpatisan dalam acara tersebut.
Ketua panitia renovasi gedung Gereja Kingmi Kasih Topo Markus Madai mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan terutama kepada pemerintah kabupaten Nabire atas bantuan dalam penyelesaian renovasi gereja ini.
“Terima kasih banyak pak Bupati Nabire Mesak Magai atas dukungan dana dalam merenovasi secara penuh. Atas bantuan itu hari ini kami bisa melakukan acara ini,” ucap Markus Madai kepada awak media.
Madai juga mengucapkan terima kasih kepada Pj Gubernur Papua Tengah Dr. Ribka Haluk serta seluruh pihak yang sudah mengambil bagian untuk membantu demi menyukseskan acara peresmian gereja.
“Dan hasilnya apa yang kini kita melihat dengan mata sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Klasis Nabire, badan pengurus Sinode Kingmi, seluruh badan pengurus jemaat dan para hamba Tuhan yang bisa partisipasi pada acara ini.
Ia mengharapkan, gedung gereja yang dibangun bisa menjadi bagian dari pembinaan iman kepada generasi muda untuk masa depan yang gemilang.

Gembala jemaat Kasih Topo, Pdt. Yusak Yobe mengatakan pembangunan gedung gereja yang berlokasi di samping kali Topo itu pihaknya memulai membangun 2013 sekaligus merenovasikan gereja terkait plafon, teras belakang dan samping.
“Maka selama kami mulai membangun hingga saat ini sudah diresmikan. Tuhan itu luar biasa karena ia sudah menolong kita dalam setiap proses tahapan ke tahapan hingga hari ini sudah di resmikan,” kata Yobe.
Ia mengatakan, gereja ini bukan untuk kepentingan dirinya namun untuk generasi masa depan.
“Kedepannya mereka yang bersihkan gereja ini, sehingga gereja yang mewah ini milik generasi penerus kita,” ujarnya.
“Hati saya sudah kuat, tegak, karena gereja sudah tangani anak-anak generasi ini hati senang. Dan menangis karena maka semua proses yang sudah jalani dan hasilnya kita rasakan pada hari ini,” katanya.
Ia juga berterima kasih kepada semua pihak terutama pihak Kepala Distrik Uwapa dan jajajaranya serta para hamba Tuhan yang bisa menghadiri di acara peresmian gereja.
“Maka itulah hasil proses pembangunan hingga peresmian yang sudah bisa menyaksikan dari semua pihak,” ujarnya.
“Itu adalah generasi hari esok untuk masa depan bukan hari ini, saya rasa bersyukur juga karena Tuhan memberikan kekuatan. Tuhan memberikan langkah-langkah kehidupan setiap orang sehingga apa pun yang di pikirkan itu sebelum Dunai di jadikan Tuhan sudah menentukannya, sehingga pada kesempatan ini adalah hari yang kita nikmati. Maka, gereja ini adalah milik anak-anak generasi kedepan,” ucapnya. (*)







