Nabire, WAGADEI — Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si, menegaskan target penyelesaian pembangunan kompleks Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah di Kaladiri, Nabire, harus tuntas sepenuhnya pada 31 Desember 2026, tidak boleh kurang sedikit pun.
“Target kita tanggal 31 Desember proyek ini harus selesai 100 persen, tidak boleh hanya 99 persen. Bulan Desember nanti para pekerja yang beragama Kristen sudah fokus beribadah dan berkumpul bersama keluarga menyambut Natal, sehingga waktu efektif kerja tersisa tinggal dua bulan yakni Oktober dan November,” kata Wagub Deinas Geley dengan tegas saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada hari Selasa (22/9/2026) .
Saat ini jumlah pekerja tercatat 420 orang. Wagub meminta pelaksana proyek segera menambah 240 tenaga kerja lagi dalam dua minggu ke depan agar mencapai total 600 orang, guna mempercepat pengerjaan sesuai jadwal.
“Saya minta pelaksana proyek segera menambah tenaga kerja agar genap 600 orang tukang. Waktu tidak banyak, kita harus kerja lebih cepat dan lebih giat,” ujarnya.
Mantan kontraktor ini juga menegaskan, tidak menerima laporan di atas kertas saja. Ia meminta konsultan pengawas ketat menjaga spesifikasi teknis, mengingat Nabire tergolong daerah rawan gempa.
“Jangan sampai ada pengurangan semen atau spek karbitan. Jika sesuai gambar kerja, saya jamin gedung ini tidak akan roboh saat gempa. Kalau sampai roboh dalam masa pemeliharaan, saya akan kejar konsultannya,” katanya .
Tiga Menara Pusat Pemerintahan
Tiga gedung utama yang sedang dibangun adalah Kantor Gubernur, Gedung DPR Papua Tengah dan Gedung Majelis Rakyat Papua (MRP) yang nantinya menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat Papua Tengah.
“Pembangunan gedung ini bukan untuk kepentingan pribadi atau dinas tertentu, melainkan rumah besar bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dan pusat pelayanan pemerintahan,” kata Wagub Geley. (*)
