Menolak Pungutan Liar, Panglima WPA: Surat Permintaan Uang Rp3 Miliar Itu Palsu

Nabire, WAGADEI – Panglima West Papua Army (WPA), Jenderal Demianus Magai Yogi, secara tegas mengklarifikasi sekaligus membantah surat pungutan liar yang beredar dan mengatasnamakan dirinya. Surat yang ditujukan kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Papua Tengah itu berisi tuntutan pembayaran uang permisi atau biaya pengamanan senilai Rp3 miliar.

 

Bacaan Lainnya

Yogi menegaskan, bahwa surat tersebut sama sekali bukan dikeluarkan atas namanya maupun atas nama organisasi TPNPB maupun WPA yang dipimpinnya.

 

“Saya tidak pernah membuat surat seperti itu, saya juga tidak tahu asal-usulnya. Ada pihak yang sengaja mengatasnamakan saya untuk keuntungan pribadi. Oleh karena itu, saya menegaskan kepada semua pihak, terutama kepada seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Papua Tengah: jangan mempercayai surat tersebut, dan jangan sekali-kali memberikan uang dalam bentuk apa pun kepada pihak yang mengatasnamakan saya maupun West Papua Army tanpa verifikasi langsung dari saya,” kata Yogi melalui keterangan yang disampaikan melalui sambungan telepon seluler, pada Selasa (4/8/2026).

 

Anak kandung Thadius Yogi ini menegaskan, dirinya telah berhasil mengantongi identitas oknum yang menyusun dan menyebarkan surat palsu tersebut. Ia menegaskan tidak akan tinggal diam dan akan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada oknum yang bersangkutan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku di dalam organisasi West Papua Army.

 

“Orangnya sudah kami ketahui siapa dia. Sudah pasti akan ada hukuman berat yang dijatuhkan kepadanya. Setiap tindakan yang mencoreng nama baik perjuangan dan membebani masyarakat maupun pihak lain dengan pungutan liar adalah pelanggaran berat,” katanya dengan nada tegas.

 

Pernah Terjadi Sebelumnya, Minta Selalu Konfirmasi

 

Panglima Yogi juga mengungkapkan bahwa kasus penyalahgunaan nama dan kedudukannya seperti ini ternyata sudah pernah terjadi beberapa waktu yang lalu. Karena itu, ia meminta kepada seluruh pihak—baik perusahaan, tokoh masyarakat, maupun warga secara umum agar apabila di kemudian hari menerima surat atau permintaan apa pun yang mengatasnamakan dirinya atau jajaran pimpinannya, untuk segera melakukan konfirmasi langsung guna memastikan kebenarannya sebelum mengambil langkah apa pun.

 

Lebih lanjut, Yogi menjelaskan prinsip dasar yang dipegang teguh oleh West Papua Army adalah melindungi sumberdaya alam dan mengayomi masyarakat Papua.

 

“Tugas dan tanggung jawab kami adalah melindungi kekayaan alam dan hasil bumi tanah Papua, serta mengayomi seluruh masyarakat yang tinggal di atas tanah ini. Namun, saya tidak pernah meminta-minta uang kepada perusahaan apa pun. Apalagi perlu dipahami, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Papua ini sejatinya adalah pihak yang berseberangan dengan kami. Bagaimana mungkin saya bisa meminta uang kepada mereka? Itu tidak masuk akal dan sama sekali tidak mungkin saya lakukan,” katanya tegas.

 

Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk peringatan sekaligus klarifikasi agar tidak ada pihak yang dirugikan oleh oknum-oknum yang memanfaatkan nama organisasi maupun nama pemimpinnya untuk melakukan pemerasan dan pungutan liar. (*)

Pos terkait