Rangkaian HUT Ke-4: Nobar Spanyol vs Argentina, Yospan, UMKM dan Iman Menyatukan Papua Tengah

Nabire, WAGADEI – Sukacita peringatan hari jadi ke-4 Provinsi Papua Tengah kian nyata dengan jadwal yang telah dipastikan bahwa warga akan berkumpul menyaksikan langsung pertandingan puncak sepak bola dunia antara Spanyol vs Argentina, sekaligus merawat persaudaraan lewat budaya, menggerakkan ekonomi rakyat dan menguatkan iman bersama. 

 

Bacaan Lainnya

Rangkaian perayaan ini mengukuhkan tekad bahwa kebersamaan adalah kekuatan terbesar untuk melangkah maju.

 

Menurut Ketua Panitia HUT Papua Tengah ke IV, Vivian Andenita Gobai, S.IP, MM, perayaan HUT tahun 2026 ini mengusung konsep unik bertajuk JAMBU (Jangan Melupakan Budaya). Beragam kegiatan menarik telah disiapkan untuk menghibur masyarakat, mulai dari lomba Tari Yospan, jalan santai, nonton bareng (nobar) Piala Dunia, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga peluncuran Aplikasi Papua Bangkit.

 

“Acara ini dikonsep secara besar-besaran. Kami menghadirkan musisi-musisi top Papua, membagikan berbagai doorprize menarik, dan merangkul ratusan pelaku UMKM. Seluruh rangkaian acara ini gratis untuk masyarakat,” kata Vivian, Sabtu, (18/7/2026).

 

Minggu, 19 Juli 2026 menjadi momen kebersamaan pertama saat ribuan warga dipersilakan hadir di Halaman Kantor Gubernur untuk merayakan ekonomi kerakyatan Papua Tengah yang akan diisi dengan game fun, hiburan seru, kuliner, UKMK lokal dan door prize yang akan dimeriahkan oleh Trio Papua, Anak Dok, Vendetta Rap, dan juga group band lokal lainnya diantaranya Lalapan Lele, Rejape Band, Amoye Band, Oyehe Akustik, AMS Band, One Heart, Seven Star, LKB, Kanguru Akustik, Dirtya dan Kobogau Brown.

 

Pada sesi nonton bareng pertandingan final Piala Dunia antara Spanyol melawan Argentina pada hari Senin, 20 Juli subuh tiga mantan pemain sepakbola bola akan menjadi analisis pertandingan diantaranya Patrick Wanggai, Ricky Kayame dan Jack Kobogau. Pertandingan besar ini bukan sekadar tontonan, melainkan sarana menyatukan hati seluruh warga delapan kabupaten dalam satu sukacita bersama.

 

“Di sini, batas wilayah dan perbedaan latar belakang hilang, menyatu dalam sorak sorai yang sama,” kata Ketua Panitia HUT Papua Tengah ke IV, Vivian Andenita Gobai, S.IP, MM.

 

Irama Yospan dan Karya UMKM untuk Kemajuan Rakyat

 

Kemeriahan dilanjutkan dengan Lomba Yosim Pancar yang melibatkan kelompok dari berbagai daerah. Gerakan serentak dan irama yang selaras adalah cerminan nyata dari persatuan yang kita jaga. Budaya leluhur hadir untuk mengingatkan bahwa meski beragam suku dan adat, kita tetap satu keluarga besar tanah Papua.

 

“Ratusan pelaku UMKM juga disiapkan stan dagangnya dalam bazar rakyat. Mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan, ini adalah bukti bahwa perayaan hari jadi sekaligus menjadi ajang mengangkat ekonomi masyarakat. Kemajuan Papua Tengah harus dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan, tumbuh dari usaha dan keringat anak negeri sendiri,” ujarnya.

 

 

Menutup seluruh rangkaian, momen penghayatan iman lewat konser rohani dan ibadah bersama menjadi peneguh hati. Di tengah segala dinamika pembangunan, nilai-nilai kebaikan dan kekuatan iman tetap menjadi landasan agar setiap langkah yang diambil benar, adil, dan membawa berkah bagi seluruh warga.

 

Empat tahun bukanlah waktu yang singkat, dan perayaan ini adalah bukti rasa syukur sekaligus janji untuk terus bersatu. Lewat bola, budaya, ekonomi, dan iman, Papua Tengah melangkah bersama menuju masa depan yang lebih baik, damai, dan sejahtera. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan