Satu Komando – Satu Wakil Rakyat Tiap Provinsi, Ambisi PAN Penuhi Perwakilan Papua di Senayan  

Jayapura, WAGADEI – Partai Amanat Nasional (PAN) se- Tanah Papua menetapkan target ambisius untuk Pemilu 2029 untuk meraih enam kursi DPR RI, satu dari setiap provinsi hasil pemekaran wilayah. Langkah ini ditegaskan Ketua DPW PAN Papua Tengah sekaligus Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si usai pelantikan serentak pengurus DPW dan DPD se-Papua Raya yang dipimpin langsung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Jayapura, Selasa, (14/7/2026).

 

Bacaan Lainnya

Berbeda dengan fokus pada angka semata, target ini mengandung makna strategi bahwa memastikan setiap wilayah Papua memiliki suara yang kuat dan terpadu di tingkat pusat.

Deinas Geley menjelaskan, target enam kursi diambil dari kenyataan bahwa kini Tanah Papua terbagi menjadi enam provinsi: Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Barat Daya, Papua Selatan dan Papua Pegunungan.

 

“Kami berpegang pada prinsip: satu wilayah, satu wakil. Tidak boleh ada provinsi yang tertinggal tanpa perwakilan di Senayan. Jika pada Pemilu 2024 PAN baru meraih satu kursi dari seluruh Papua, kini kita bertekad mengubahnya menjadi enam suara yang menyatu,” ujar Deinas.

 

Ia merujuk pada data perolehan kursi periode 2024–2029 di mana PAN hanya mendapat satu kursi dari total 18 kursi daerah pemilihan Papua.

Ketum PAN Zulkifli Hasan juga menegaskan pesan yang sama, bahwa perwakilan putra-putri asli tanah Papua di legislatif pusat sangat krusial agar aspirasi pembangunan, perlindungan hak Orang Asli Papua, serta percepatan Otonomi Khusus dapat diperjuangkan langsung dari dalam lembaga negara.

 

Kunci pencapaian target besar ini, menurut Deinas, adalah persatuan total di tubuh partai. Ia menyerukan: “Tidak ada lagi kerja sendiri-sendiri. Mulai hari ini kita bergerak dalam satu komando, satu langkah, satu tujuan.”

 

Konsolidasi lintas provinsi ini diharapkan mampu menyatukan kekuatan kader dari Sabang sampai Merauke di wilayah Papua Raya—menggabungkan pengalaman, jejaring, serta kedekatan budaya masing-masing daerah. Struktur partai harus bekerja serentak dari tingkat provinsi, kabupaten, distrik, hingga ke pelosok kampung, sehingga kehadiran PAN benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kita sadar target ini tidak ringan. Tapi dengan disiplin, kerja terukur, dan kekompakan yang tak tergoyahkan, saya yakin kita mampu mewujudkannya,” katanya.

 

Selain target DPR RI, PAN juga menargetkan posisi tiga besar di setiap provinsi dan kabupaten, bahkan siap memimpin DPRD jika rakyat memberikan kepercayaan—sebagai langkah nyata memperkuat tata kelola pembangunan di daerah.

 

Di balik angka enam kursi, ada komitmen menyiapkan kader terbaik: mereka yang paham budaya, berintegritas, dan berani memperjuangkan kepentingan rakyat tanpa sekat. PAN membuka lebar ruang bagi siapa pun yang ingin berkontribusi memajukan Papua, tanpa membedakan latar belakang suku maupun latar belakang sosial.

 

“Kami tidak hanya mengincar kursi, tapi memastikan kursi itu diisi oleh orang yang benar-benar mengerti derita dan harapan masyarakat Papua. Wakil yang mampu menyuarakan kebutuhan kampung terpencil hingga kota, memperjuangkan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan yang adil,” ujar Deinas.

 

 

Pelantikan dan seruan satu komando ini menjadi titik tolak baru bagi PAN di Tanah Papua. Bukan sekadar perbaikan perolehan suara, melainkan perjuangan mewujudkan keadilan perwakilan bagi seluruh wilayah yang kini semakin berkembang.

 

Dengan semangat menyatu, PAN berharap Pemilu 2029 nanti menjadi bukti bahwa persatuan lintas wilayah adalah kunci membawa Papua semakin maju, bersuara lantang dan setara di kancah nasional. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan