Direktur GenIUS sebut visi untuk Indonesia timur

Para siswa angkatan X tahun ajaran 2024/2025 di Ballroom Sekolah GenIUS Karawaci Tangerang, bersama guru dan orang tua, Sabtu (21/6/2025). - Wagadei/Abeth You.
Para siswa angkatan X tahun ajaran 2024/2025 di Ballroom Sekolah GenIUS Karawaci Tangerang, bersama guru dan orang tua, Sabtu (21/6/2025). - Wagadei/Abeth You.

Nabire, WAGADEI – Direktur Sekolah GenIUS, Esther K. Wirawan mengatakan, pendidikan adalah proses dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter individu. Sebuah upaya untuk mempersiapkan diri menghadapi persoalan kehidupan nyata.

“Artinya, pendidikan mesti berorientasi pada dampak konkret, sekaligus bermakna sehingga tidak hanya sebatas formalitas belaka,” katanya pada pelepasan siswa angkatan X tahun ajaran 2024/2025 di Ballroom Sekolah GenIUS Karawaci Tangerang, Sabtu (21/6/2025).

Dalam mewujudkan hal tersebut, lanjutnya, Sekolah GenIUS senantiasa mendorong siswa agar dapat berpikir kritis dan ilmiah.

Bacaan Lainnya

“Karakter ini merupakan visi besar Sekolah GenIUS, yakni ‘menjadi sekolah berbasis riset dalam bidang sains, matematika, teknologi rekayasa, dan seni bagi siswa untuk mewujudkan Indonesia Jaya’,” katanya.

Visi tersebut, lanjutnya, masih terus didengungkan Sekolah GenIUS hingga kini, demi mengembangkan anak-anak Indonesia Timur dari “pelajar” menjadi “profesional” yang siap memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Kami melihat bahwa tantangan di masa depan pasti akan lebih terjal, sehingga keyakinan inilah yang mesti melekat pada pundak siswa-siswi kita hari ini, khususnya: para lulusan dalam pelepasan peserta didik tahun ajaran 2024/2025,” katanya.

Dia berpesan kepada para lulusan kelas 6, kelas 9, dan kelas 12, dengan rasa sukacita dan syukur, akhirnya hari ini kita sampai pada momentum bermakna sekaligus emosional, yakni pelepasan yang akan menjadi bagian dari sejarah perjalanan meraih harapan.

Kendati demikian, katanya, acara pelepasan ini bukanlah titik akhir, melainkan sebuah awal babak baru untuk meniti langkah demi langkah menggapai cita-cita.

“Ingatlah bahwa putus asa bukan pilihan. Kalian adalah para perintis. Maka, tempuhlah semua peluang dengan optimis dan keyakinan penuh. Masa depan Indonesia Timur ada di tangan kalian,” katanya.

Total lulusan Sekolah GenIUS berjumlah 77 siswa. Jumlah tersebut meliputi kelas 6 yang berjumlah 9 murid, kelas 9 berjumlah 35 murid, dan kelas 12 berjumlah 33 murid.

“Namun, ketahuilah bahwasannya jumlah ini bukan hanya sekadar angka statistik. Jumlah lulusan tersebut adalah wajah-wajah dari wujud tanggung jawab visi Sekolah GenIUS dalam menyongsong setiap peluang untuk masa depan Indonesia Timur,” katanya.

Dia mengatakan, para lulusan Sekolah GenIUS pada pelepasan tahun ini juga adalah anak-anak yang datang dari setiap sudut kawasan Indonesia Timur, yakni Paniai, Sorong, Pegunungan Bintang, Mappi, Boven Digoel, Tanimbar, dan Manokwari Selatan.

“Oleh karena itu, kami mengucapkan selamat kepada para lulusan yang telah menempuh pendidikan dengan kerja keras, tanggung jawab, dan penuh ketekunan,” katanya.

“Kami juga turut bersuka cita kepada anak-anak yang telah diterima oleh perguruan tinggi negeri di Indonesia melalui tes UTBK,” lanjutnya.

Pihaknya berharap setiap pembelajaran selama tiga tahun di setiap jenjangnya, akan menjadi bermanfaat untuk diri sendiri serta orang lain. Karena sejatinya ilmu bukanlah sekadar didapatkan, melainkan juga harus diterapkan dalam kehidupan nyata.

“Singkatnya, apa yang sudah kau dapatkan hari ini adalah hal yang harus kau lakukan di masa kini dan nanti. Anak-anakku sekalian, perjalanan kalian masih panjang. Masih ada banyak hal yang mesti ditempuh,” katanya.

Akan tetapi, pihaknya yakin para lulusan GenIUS ini mampu menghadapi setiap tantangannya. Oleh karena itu, kini saatnya mempersiapkan diri, menguatkan tekad, dan menyalakan api semangat untuk mengoptimalkan potensi terbaik mereka.

“Buktikan bahwa generasi Indonesia Timur juga punya peran untuk Nusantara. Anak-anakku sekalian, jagalah semangat itu. Raihlah semua peluang. Wujudkan cita-citamu demi Indonesia Jaya. Carpe Omnia!” katanya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan