Nabire, WAGADEI – Kongres Luar Biasa (KLB) di Aula RRI Nabire, Jumat (6/11/2026) akhirnya mengakhiri masa transisi panjang PSSI Papua Tengah.
Setelah 4 tahun berstatus Pelaksana Tugas (Plt) sejak 2022, PSSI Papua Tengah kini punya Ketua definitif: Deinas Geley, S.Sos, M.Si yang juga Wakil Gubernur Papua Tengah, terpilih untuk periode 2026-2030.
Deinas terpilih setelah bersaing dengan 7 calon lainnya yang sempat mendaftar sebagai calon sementara. Ia juga menggantikan Plt Ketua, Vivin Cahyani Sungkono yang selama ini memimpin dari Jakarta sambil menata organisasi dari nol.
“Pada akhirnya kita bisa melewati banyak tahapan walaupun cukup lama kami menata dari sisi organisasi, tapi akhirnya tiba juga waktunya kita bisa melaksanakan kongres luar biasa untuk PSSI Papua Tengah bisa mendapatkan ketua yang definitif,” ujar Vivin dalam sambutannya.
Namun di balik euforia pengukuhan 21 pengurus baru, ada pekerjaan rumah yang jauh lebih berat dari sekadar susunan pengurus.
Perspektif yang jarang dibahas dalam berita seremoni adalah anak-anak Papua Tengah itu jago bola, tapi tidak punya liga untuk bermain.
Di Paniai, Deiyai, Dogiyai, Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Mimika dan Nabire, bakat sepak bola tumbuh liar di lapangan tanah, lapangan sekolah, bahkan di halaman gereja. Tapi setelah usia 15 tahun, mereka mentok. Tidak ada kompetisi berjenjang, tidak ada Sekolah Sepak Bola (SSB) yang terdaftar resmi, tidak ada wasit berlisensi yang cukup.
Deinas Geley mengatakan, kemajuan sepak bola tidak dapat berjalan hanya melalui peran seorang ketua, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh pengurus, klub, pemain, pelatih, wasit serta masyarakat pecinta sepak bola.
“Saya mengajak seluruh insan sepak bola untuk menjadikan momentum kongres sebagai titik awal membangun organisasi yang lebih solid, terbuka dan memiliki komitmen bersama dalam memajukan persepakbolaan Papua Tengah,” kata Geley.
Selain pembinaan atlet, pengembangan kompetisi sepak bola antarkabupaten juga menjadi fokus utama kepengurusan baru. Kompetisi dinilai bukan sekadar ajang pertandingan, melainkan sarana untuk menemukan bakat-bakat muda, meningkatkan kualitas permainan, serta mempererat hubungan antardaerah melalui olahraga.
Deinas juga berkomitmen membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga terkait.
“Dukungan dari berbagai pihak sangat penting agar program kerja PSSI Papua Tengah dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan sepak bola di daerah,” ungkapnya.
Ketua KONI Papua Tengah, Yosua Tipagau, yang hadir dalam KLB juga mengingatkan hal ini. Sebagai provinsi baru, Papua Tengah harus membangun fondasi olahraga dari awal.
“Memang kita harus bangun fondasi olahraga di Papua Tengah dengan baik, dan ini (kongres PSSI Papua Tengah) merupakan salah satunya menuju kejayaan olahraga kita,” kata Tipagau. (*)
