Nabire, WAGADEI — Semangat tak padam, harapan tak berakhir! Festival Kopi Papua Tengah Tahun 2026 resmi ditutup oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, para sore hari ini, Jumat 30 Oktober 2026 di aula KSK Bukit Meriam Nabire. Namun ini bukan akhir cerita, justru awal dari perjalanan besar kopi Papua Tengah menuju kejayaan!
Selama berlangsungnya festival, mata kita semua telah terbuka lebar. Kita menyaksikan betapa luar biasanya potensi kopi dari tanah Papua Tengah merupakan dari kebun yang dirawat dengan cinta, hingga secangkir nikmat yang siap memanjakan penikmatnya di manapun.
Festival ini bukan sekadar pesta penyajian kopi. Ia adalah ruang pertemuan harapan. Di sini, petani berbagi cerita, pengusaha menemukan mitra, dan masyarakat mulai paham: kopi Papua Tengah punya kualitas yang patut dibanggakan.
Gubernur Meki Nawipa menegaskan dengan semangat; “Kopi Papua Tengah bukan sekadar hasil perkebunan tapi ini adalah identitas kita, kekayaan kita dan masa depan kita!”
“Kita tidak ingin festival ini berakhir begitu saja. Yang kita bangun adalah ekosistem yang nyata, berkelanjutan, dan yang paling penting tapi petani harus menjadi pihak yang paling diuntungkan dari hasil kerja keras mereka sendiri,” ujar Gubernur Papua Tengah yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. H. Tumiran, S.Sos., M.AP.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menetapkan kopi sebagai komoditas prioritas. Artinya, dukungan tidak berhenti saat festival selesai. Pendampingan, pelatihan, dan fasilitasi pasar akan terus berjalan. Karena kopi bukan sekadar bisnis tapi ini adalah jalan menuju kemandirian ekonomi masyarakat Papua Tengah.
Dari Lokal ke Dunia — Kita Siap Bersaing!
Impiannya sederhana namun besar: suatu hari nanti, kopi Papua Tengah dikenal dan dicintai, tidak hanya di meja makan tetangga kita, tetapi juga di kafe-kafe besar di seluruh Indonesia, bahkan di panggung internasional
“Kita punya kualitasnya, kita punya semangatnya. Tinggal kita bergerak bersama, petani tingkatkan kualitasnya, pelaku usaha perluas jaringannya, pemerintah siapkan jalannya. Kalau kita bersatu, tidak ada yang mustahil!,” ujarnya tegas.
Kopi Papua Tengah juga dipanggil untuk menjadi pencipta lapangan kerja baru bagi generasi muda. Anak-anak muda Papua Tengah diajak bangga dan terlibat dalam industri kopi dari budidaya, pengolahan hingga pemasaran. Karena kopi masa depan adalah milik kita semua.
Gubernur Meki Nawipa menutup festival dengan pesan yang menguatkan: “Keberhasilan festival bukan diukur dari kemeriahan acaranya, tetapi dari apa yang berubah setelah acaranya selesai. Mari kita buktikan kopi Papua Tengah akan bangkit dan kesejahteraan petani akan menjadi kenyataan, bukan sekadar mimpi”.
Dengan berkat Tuhan Yang Maha Kuasa, Festival Kopi Papua Tengah Tahun 2026 resmi ditutup. Namun semangatnya baru saja dimulai. Mari kita dukung produk lokal, banggakan kopi kita, dan bersama-sama membangun Papua Tengah yang makin maju, mandiri dan sejahtera! (*)
























