Paniai, WAGADEI — Laporan mengenai penyitaan alat kerja masyarakat di sejumlah distrik se Kabupaten Paniai memicu respons langsung dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Bupati Paniai, Yampit Nawipa bersama pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Paniai turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi warga sekaligus menindaklanjuti persoalan yang muncul dalam pelaksanaan operasi di wilayah tersebut.
Sejumlah alat kerja warga sipil yang disita oleh personel TNI Non-Organik antara lain parang, kapak, panah, noken, dan perlengkapan lain yang selama ini digunakan masyarakat untuk bekerja di kebun, danau, kali maupun hutan.
Persoalan tersebut menjadi perhatian serius karena alat-alat itu bukan senjata, melainkan bagian dari aktivitas keseharian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penyitaan ini dikhawatirkan menghambat warga dalam mencari nafkah dan mengganggu stabilitas ekonomi keluarga.
Bupati Yampit Nawipa menyampaikan teguran tegas terhadap pihak yang melakukan penyitaan tersebut.
“Jangan ganggu masyarakat saya. Alat-alat itu bukan senjata, itu alat kerja mereka untuk hidup,” katanya.
Bupati menegaskan, warga sipil berhak menggunakan alat pertanian dan alat kerja tradisional dalam aktivitas kesehariannya. Pemerintah Kabupaten Paniai meminta agar operasi keamanan tidak merugikan warga sipil yang tidak bersenjata dan tidak terlibat dalam konflik.
Bupati Yampit Nawipa bersama pimpinan DPRK Paniai berkomitmen untuk mendata secara lengkap alat kerja yang disita, melakukan komunikasi dengan pihak keamanan agar alat warga dikembalikan, memastikan warga sipil tidak menjadi korban dalam setiap operasi keamanan dan mengadvokasi perlindungan hak-hak masyarakat adat dalam wilayahnya.
Kehadiran Bupati dan DPRK langsung ke lokasi menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan sekaligus melindungi rakyatnya. Warga berharap alat-alat mereka segera dikembalikan agar dapat kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Kesempatan itu, anggota TNI Non-Organik telah mengembalikan alat kerja yang disita langsung disaksikan Bupati Yampit dan pimpinan DPRK Paniai. (*)







