Nabire, WAGADEI – Informasi mengenai pelantikan kepengurusan Barisan Merah Putih (BMP) Kabupaten Dogiyai oleh badan pengurus BMP Provinsi Papua Tengah yang beredar luas di media sosial dan group percakapan masyarakat Papua Tengah kini mendapat klarifikasi resmi. Disebutkan sebelumnya bahwa struktur kepengurusan BMP Kabupaten Dogiyai telah resmi dilantik oleh Badan Pengurus Pusat (BPP) BMP di Nabire pada Rabu, 24 Juni 2026 lalu. Namun, pernyataan resmi yang disampaikan Nolas Douw mengubah seluruh hal tersebut.
Pada hari Selasa, (4/8/2026), di hadapan puluhan warga dan pemuda distrik Kamuu Timur, Nolas Douw yang sebelumnya mencantumkan diri sebagai Ketua BMP Kabupaten Dogiyai menyampaikan pernyataan yang tegas dan tak terelakkan.
“Secara resmi saya tarik kembali surat-surat tingkat atasan (provinsi), kabupaten Kengsbangpol Dogiyai, dan saya selesaikan di tingkat Distrik Kamuu Timur,” ujar Nolas Douw membuka klarifikasinya.
Ia melanjutkan dengan penegasan yang tak menyisakan ruang keraguan: “Sore ini secara resmi saya memutuskan bahwa tidak ada hubungan apa pun dengan BMP. Dan HP yang mereka berikan kepada saya, saya hancurkan sekarang juga.”
Sebagai bentuk pelepasan jabatan secara terbuka, Nolas Douw membacakan satu per satu susunan nama-nama kepengurusan BMP tingkat Kabupaten Dogiyai di halaman Kantor Distrik Kamuu Timur. Pembacaan ini dilakukan di hadapan belasan warga dan sekelompok pemuda wilayah Kamuu Timur yang hadir menyaksikan langsung momen tersebut. Tindakan ini menjadi tanda resmi bahwa ia melepaskan seluruh tanggung jawab dan kedudukannya sebagai Ketua BMP Kabupaten Dogiyai beserta seluruh struktur yang telah terbentuk.
Sumpah Demi Tuhan dan Alam, Lakukan Aksi “Makan Tanah”
Puncak dari pernyataan klarifikasi ini ditandai dengan tindakan simbolis yang mendalam dan penuh makna budaya. Sebelum melakukan aksi “makan tanah”, Nolas Douw bersumpah dengan sungguh-sungguh di hadapan seluruh warga yang hadir:
“Demi nama Tuhan, demi nama alam, dengan kesungguhan hati saya tarik kembali semuanya ini. Jika saya melanggar sumpah ini, biarlah umur saya pendek,” ucapnya dengan suara tegas dan penuh keyakinan diiringi tindakan makan tanah sebagai bentuk kesungguhan yang sangat dihormati dalam budaya masyarakat adat di wilayah tersebut.
Seluruh rangkaian peristiwa ini disaksikan langsung oleh sekelompok pemuda dan belasan warga wilayah Kamuu Timur. Mereka menyambut baik langkah tegas yang diambil Nolas Douw dan berharap agar hal serupa pembentukan kepengurusan yang belum matang dan belum mendapat dukungan penuh dari masyarakat bahwa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Warga berharap setiap pembentukan organisasi di tengah masyarakat harus didasari kesepakatan bersama, keterbukaan, dan kepentingan yang mengutamakan kesejahteraan rakyat, bukan kepentingan kelompok atau individu tertentu.
Klarifikasi ini menjadi penutup resmi atas kepengurusan BMP Kabupaten Dogiyai yang sempat beredar di tengah masyarakat. Nolas Douw secara mutlak telah memutuskan hubungan, menarik kembali seluruh surat kepengurusan, melepaskan jabatan dan menegaskan tidak ada lagi ikatan apa pun dengan organisasi tersebut. (*)







