Di Sentani, Aksi KNPB Dipukul Mundur – Harapan Jalur Dialog Pupus

Sentani, WAGADEI – Aksi penyampaian aspirasi yang digelar oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura pada hari Senin (3/8/2026) terpaksa dibubarkan dan dipukul mundur oleh aparat keamanan gabungan Polres Jayapura bersama unsur TNI di sejumlah titik kumpul di wilayah Kabupaten Jayapura.

Ketua KNPB Wilayah Sentani, Sadrak Lagoan menjelaskan, awalnya massa berkumpul di delapan titik yang tersebar di Distrik Sentani hingga Sentani Moi, termasuk kawasan Dosai dan Kertosari. Titik kumpul pertama yang dibubarkan adalah di Kompleks BTN Matoa Pasar Lama Sentani, kemudian di Pasar Baru Sentani, Pertigaan Kemiri, dan Pertigaan Jalan Sosial. Hal serupa juga terjadi di titik Pertigaan Pojok dan Ifar Gunung.

Bacaan Lainnya

“Pergerakan kita sudah berjalan sejak pukul enam pagi. Satu jam kemudian pihak keamanan datang dan memukul mundur massa di beberapa titik kumpul. Kini seluruh massa bergabung berkumpul di Pertigaan Pos 7 Sentani bersama mahasiswa Walter Pos,” kata Lagoan melalui keterangan tertulisnya.

Ia melanjutkan, saat ini ratusan personel aparat sudah memblokade jalur keluar di kawasan Pos 7 dengan tindakan yang dinilai represif. Pihaknya berharap ada ruang mediasi untuk menyampaikan pesan dan aspirasi terkait situasi terkini di Papua, namun harapan itu belum terwujud hingga saat ini.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Lama Sentani, Syarifudin yang berdagang buah pinang dan sembako mengaku aktivitasnya tidak terlalu terganggu. Ia sudah mendengar informasi rencana aksi sejak tiga hari sebelumnya melalui media sosial dan sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini selama belasan tahun berdagang.

“Kecuali hari besar keagamaan atau bencana alam, baru kita bisa stop berjualan,” ujarnya.

Dari pantauan di lapangan, suasana di kawasan Sentani berjalan tidak seperti biasanya. Sebagian toko dan kios memilih tutup, sementara angkutan umum beroperasi dalam jumlah yang sangat terbatas.

Namun demikian, kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan mulai dari SD hingga SMA serta aktivitas di lingkungan Kantor Bupati Jayapura tetap berjalan seperti biasa. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan