Wamena, WAGADEI.ID – Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Wilayah Jadetabek menantang Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk menggelar debat terbuka. Tantangan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral mahasiswa Papua terhadap rakyat Papua.
IMAPA menilai MRP, sebagai representasi kultural Orang Asli Papua yang memiliki mandat besar berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua, perlu menjawab kegelisahan publik mengenai kinerja dan keberpihakannya.
“Apakah MRP benar-benar bekerja untuk rakyat Papua, atau justru lebih dekat dengan kepentingan kekuasaan? Pertanyaan ini harus dijawab secara jujur dan terbuka di hadapan publik,” ujar Ketua Umum IMAPA Jadetabek, Akianus Wenda kepada Wagadei.id, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, debat terbuka bukan ajang saling menyerang, melainkan ruang demokrasi, transparansi, dan pertanggungjawaban publik.
“Kami percaya bahwa kebenaran tidak perlu takut diuji di ruang publik,” kata Akianus.
IMAPA berharap agar forum tersebut dapat menjadi sarana bagi masyarakat Papua untuk menilai langsung komitmen MRP dalam memperjuangkan hak-hak dasar Orang Asli Papua. []
