Jayapura, WAGADEI.ID – Forum Komunikasi Mahasiswa/i Kabupaten Paniai atau FKMKP melalui Tim Penggerak Peduli Kemanusiaan, menggelar seminar sehari untuk merespons situasi terkini di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah.
Kegiatan tersebut digelar di asrama Paniai, Perumnas 3 Waena, Kota Jayapura, Papua, Jumat (13/3/2026) dengan tema “Hentikan Berbagai Stigma Hegemoni Buatan Jakarta” dan subtema “Dampak Pemekaran (DOB) Aktivitas PT Minerba dan Darurat Pengiriman Militerisme di Kabupaten Paniai”.
Hadir sebagai narasumber dalam seminar tersebut adalah Emanuel Gobay, Direktur YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia) Papua dan Varra Iyaba, aktivis MAIP.
Tim Peduli Kabupaten Paniai Korwil Jayapura melihat bahwa di Paniai saat ini dalam ancaman besar dari beberapa suprastruktur, yang berusaha menghadirkan tiga agenda PSN (proyek strategis nasional), yakni DOB (daerah otonomi baru), PT ilegal, dan dropping pasukan militer.
Ketiga hal tersebut dianggap sangat berdampak buruk terhadap masyarakat adat Paniai, dan kemungkinan besar akan tertinggal budaya, adat, etnis dan lain sebagainya, karena dipengaruhi dengan budaya-budaya sosial lainnya akibat DOB.
“Mari, bersama menghentikan investasi berkedok pendropan militer,” kata BP FKM KP, Gabriel Gobai.
Gabriel mengatakan, investasi berkedok pendropan militer akan sangat berdampak fatal pada masyarakat dan masalah ini sangat serius untuk masyarakat adat setempat.
“Saya pesan kepada kawan-kawan mahasiswa, tetap semangat untuk menghadapi segala hegemoni yang merujuk pada Kabupaten Paniai itu sendiri,” katanya. []







