Wamena, WAGADEI – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Papua Pegunungan menyiapkan lahan seluas 7 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat berpola asrama. Sekolah Rakyat itu terdiri dari SD, SMP dan SMA.
Pasalnya bahwa Dinsos P3A Papua Pegunungan, sudah mensurvei lokasi di Distrik Bipiri pada Jumat (4/7/2025).
“Kami melakukan survei di Distrik Bipiri, Kabupaten Jayawijaya. Kami dijemput baik oleh masyarakat, tokoh, kader intelektual serta anak-anak di sana. Semua menjemput kami dengan baik,” kata Kepala Dinsos P3A Papua Pegunungan, Yanius Telenggen di Wamena, Jayawijaya, Selasa (8/7/2025).
“Mereka lepas tanah 7 hektare untuk sekolah rakyat. Mereka sepakat bahwa dalam waktu dekat juga akan mengurus surat pelepasan tanah adat, surat agraria di pertahanan dalam minggu ini,” lanjut Telenggen.
Menurut Yanius, lokasi tanah yang dipilih cukup strategis, karena dekat dengan akses jalan dan listrik, serta aman dari longsor.
“Di sana tanahnya tidak gampang longsor, dekat akses jalan, ada akses listrik. Tanah sedikit jauh dari perkotaan karena tanah besar 7 hektare tidak bisa didapatkan di dekat perkotaan, tanah sebesar itu agak sulit didapatkan,” kata Telenggen.
Setelah semua dokumen sudah selesai, pemerintah akan mengajukan proposal kepada Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR, untuk melakukan studi kelayakan di lapangan.
“Setelah mereka melihat itu cocok, maka dalam waktu dekat juga akan bangun,” katanya.
Pembangunan Sekolah Rakyat berpola asrama ini, merupakan program prioritas Presiden Prabowo di seluruh Indonesia. Program ini akan memberikan pendidikan gratis bagi siswa, termasuk makan dan minum, sehingga mereka hanya belajar di sekolah tersebut.
“Biaya pembangunan akan ditanggung oleh APBN, tapi untuk pembiayaan selanjutnya kita tunggu apakah nanti ditanggung Pemprov atau pusat. Ini program presiden Prabowo diprioritaskan seluruh Indonesia jenjang SD, SMP, SMA berpola asrama gratis, mulai dari makan minum semua ditanggung pemerintah,” jelas Yanius.
Kunjungan survei ini dilakukan bersama Bupati Jayawijaya dan diharapkan dapat segera merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat di Distrik Bipiri. (*)







