Hargai jasa, Bupati Paniai bakal kasih penghargaan kepada puluhan orang tua

Paniyai, WAGADEI – Bertepatan dengan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 78 pada Kamis, (17/8/2023), Bupati Paniai Meki Nawipa akan memberikan penghargaan kepada puluhan orang yang telah berjasa dalam membangun Paniai entah melalui sektor pendidikan sebagai guru, sektor kesehatan sebagai mantri maupun pegawai negeri sipil yang hari-harinya habiskan di kantor kecamatan dulu, sekarang distrik.

“Besok saya mau kasih penghargaan kepada puluhan tokoh yang berjasa di kabupaten Paniai entah guru, mantri, pegawai kecamatan, hamba Tuhan maupun juga yang menyerahkan lokasi kantor pemerintahan ini,” ujar Bupati Paniai Meki Nawipa, Kamis, (16/8/2023) pagi.

Bagi dia, pemberian penghargaan itu merupakan sebuah penghormatan kepada orang-orang yang telah berjasa dalam membangun sumberdaya manusia yang tiada menjadi kebanyakan orang Paniai telah berhasil. Sehingga ia berinisiatif hargai karya-karya terdahulu pada momentum kemerdekaan RI ini.

“Jadi ada guru yang masih hidup nanti mereka sendiri yang datang dan saya kasih penghargaan, ada juga sudah dipanggil Tuhan akan diwakili oleh istrinya yang dulu turut ambil peran dalam mencerdaskan anak bangsa di Paniai. Demikian juga profesi lainnya,” kata dia.

Dalam dafta nama yang diperoleh, terdapat dua kategori yang pertama adalah penghargaan dari Pemkab Paniai kepada pensiunan ASN yang berjasa di Paniai, sedangkan kategori kedua adalah penghargaan dari pihaknya kepada para orang tua sesuai dengan profesi di kabupaten Paniai.

Namun demikian, orang nomor satu di Paniai ini tak mau menjelaskan secara rinci hanya disebutkan tiga tokoh ternama di Paniai yang hingga kini masih harum namanya yakni Karel Gobai sebagai bupati pertama kabupaten Paniai, Willem Zonggonau sebagai orang pertama yang kuliah di Uncen Jayapura serta dua tokoh bidang keagamaaan yang terima Injil yakni Uwaata Wogi Yogi dari agama Protestan gereja Kingmi dan Soalekigi Zonggonau dari agama Katolik.

“Nama-nama yang besok kita bersama di lapangan upacara, tentunya nama mereka tidak asing tapi juga sekaligus kita mau sampaikan kepada generasi sekarang bahwa jangan lupa nama dan karya mereka,” ujarnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan