NABIRE, WAGADEI.ID – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyampaikan pesan penting pada penutupan Musrenbang Otonomi Khusus dan Musrenbang RKPD Tahun 2027 Provinsi Papua Tengah selama tiga hari.
Nawipa mengatakan, Musrenbang tiga hari ini merupakan forum strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
“Forum ini menjadi wadah untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat, kebijakan pemerintah pusat, serta prioritas pembangunan daerah ke dalam dokumen perencanaan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan,” kata Gubernur Meki Nawipa dalam sambutannya pada Kamis (30/4/2026).
Melalui forum ini, katanya, pihaknya telah mengidentifikasi berbagai permasalahan pembangunan; menyusun prioritas program dan kegiatan; dan menyepakati arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2027. Tema pembangunan Provinsi Papua Tengah Tahun 2027, yaitu: “Penguatan Ekonomi Lokal dan Daya Saing Daerah Berbasis Potensi Wilayah”, menjadi komitmen bersama untuk mendorong pembangunan yang bertumpu pada kekuatan lokal, kearifan budaya, serta potensi sumber daya alam yang dimiliki.
“Seluruh hasil kesepakatan dalam Musrenbang ini akan menjadi bahan penyempurnaan dalam penyusunan dokumen RKPD Tahun 2027, serta menjadi pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam melaksanakan program pembangunan,” katanya.
Gubernur Meki Nawipa menegaskan, pelaksanaan pembangunan ke depan harus berorientasi pada hasil (result oriented); tepat sasaran; transparan dan akuntabel; serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dia mengatakan, pengelolaan dana Otonomi Khusus harus dilakukan secara optimal, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya Orang Asli Papua, melalui peningkatan akses pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur dasar.
“Kita menyadari bahwa tantangan pembangunan di Papua Tengah masih cukup besar, antara lain terkait kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, akses layanan dasar, serta konektivitas wilayah,” katanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, diperlukan kerja sama dan sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan.
Gubernur Nawipa mengajak seluruh pihak untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi; menjaga konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan; serta memastikan bahwa setiap program yang dilaksanakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Saya ingin menegaskan satu hal penting, apa yang telah kita sepakati dalam forum ini, tidak boleh berhenti sebagai dokumen. Tetapi harus menjadi: kerja nyata, langkah nyata, dan hasil nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
“Kita harus pastikan setiap program yang dirancang benar-benar menyentuh kepentingan rakyat, terutama Orang Asli Papua, masyarakat di wilayah terpencil, dan seluruh lapisan masyarakat Papua Tengah,” lanjutnya.
Dia juga mengajak semua pihak untuk tetap menjaga komitmen, memperkuat sinergi, dan bekerja dengan sungguh-sungguh.
“Karena yang kita bangun ini bukan hanya program pemerintah, tetapi masa depan Papua Tengah dan generasi kita,” katanya. []







