Bejat! Seorang warga sipil ditembak Brimob tembus telinga di Wamena

Wamena, (WAGADEI) – Aparat dari satuan Brigade Mobil (Brimob) menembak mati seorang warga sipil asli Papua di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (10/3/2023). Korban diketahui bernama Stev Walil. Dia ditembak sekitar pukul 17.00 WIT tepat di jalan raya Wamena menuju kabupaten Tolikara dan Yalimo, kampung Mulima, distrik Libarek.

Salah satu saksi mata di TKP yang minta namanya tidak disebutkan mengatakan korban ditembak akibat memalang kendaraan yang melintas di jalan tersebut sambil memegang linggis dalam keadaan dipengaruhi minuman keras.

Bacaan Lainnya

Tujuan korban palang, kata saksi itu, (hanya) untuk meminta sebatang rokok.

“Setiap motor dan mobil yang lewat dia palang terus minta rokok. (Memang) dia palang sambil pegang linggis tapi dia tidak kore (sentuh) mobil dengan orang yang lewat. Dia pegang linggis itu untuk bikin takut saja supaya dikasih rokok,” ujarnya ketika diminta keterangan oleh wagadei.id, Senin (10/4/2023).

Namun, lanjutnya, ketika korban memalang tiga mobil Strada yang hendak menuju ke Tolikara, salah satu orang dari dalam mengeluarkan tembakan sekali ke arah korban lalu korban jatuh terkapar tak berdaya diatas aspal.

“Ternyata orang-orang yang dalam tiga mobil itu semua anggota Brimob. Setelah tembak, mereka (Brimob) langsung kabur. Terus kami beberapa orang yang ada di TKP langsung pergi lihat korban sudah tidak bernafas. Dia ditembak ditelinga tembus sebelah,” jelasnya.

Korban lalu dibawa masyarakat bersama keluarganya ke Rumah Sakit Umum Wamena untuk jasadnya di fisum.

“Jadi jangan percaya informasi yang beredar di medsos bilang orang yang ditembak orang gila. Karena itu tidak benar. Dia waras hanya karena mabuk saja. Itu yang benar,” pintanya.

Salah satu keluarga korban yang juga minta namanya tidak disebutkan, mengatakan bejat dan terkutuk kelakuan aparat yang dengan gampangnya telah mencabut nyawa keluarganya itu.

“Kami keluarga sangat kutuk kelakuan aparat. Coba pukul kasih darah baru suruh pulang kah, itu masih bagus. Masa bisa langsung tembak mati tu. Tuhan tidak buta, Brimob yang tembak keluarga kami, dia juga tidak akan hidup lama lapis keluarganya yang dia paling sayang. Supaya dia juga rasa bagaimana kehilangan orang paling disayang,” ujarnya kepada wagadei.id, ketika diminta tanggapan melalui sambungan telepon.

Sementara dalam video yang disebar di berbagai medsos, seorang pemuda yang tampak berdiri depan korban menyebut aparat seharusnya tidak sampai keluarkan tembakan menembak korban.

“Polisi harus bisa atasi masyarakat. Polisi jangan main tembak sembarangan. Ini pelanggaran. Kalau kita (sesama) manusia bisa atasi sama-sama. Kalau ada uang kasih,” tegasnya dalam video berdurasi 50 detik itu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan