Paniai, WAGADEI — Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah, John NR Gobai, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait situasi keamanan yang semakin memburuk di Kabupaten Paniai. Ia menilai penambahan pasukan non-organik baik dari unsur TNI maupun Marinir belakangan ini justru memperkeruh suasana dan menciptakan ketidakamanan bagi masyarakat sipil.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan hari ini, Rabu, (4/11/2026), Gobai mengingatkan bahwa Paniai selama ini dikenal sebagai daerah yang relatif aman, meskipun terdapat berbagai kelompok yang oleh pihak keamanan disebut kelompok kiri atau gerakan aspirasi merdeka.
“Suasana mulai berubah sejak tahun 2011, saat pasukan Brimob Kelapa Dua dengan sandi Operasi Tumpas Matoa datang ke Paniai untuk membongkar markas OPM di Eduda. Sejak saat itu, situasi perlahan berubah,” ungkap Gobai.
Kini, dengan kehadiran pasukan tambahan non-organik, situasi dinilai semakin tidak kondusif. Selama beberapa bulan terakhir, pihaknya telah berulang kali menyampaikan permohonan kepada pemerintah pusat untuk menarik pasukan tersebut dari Paniai.
“Kehadiran pasukan tambahan ini berisiko tinggi. Jika terjadi kontak senjata, pengejaran atau operasi sejenis, yang paling menderita adalah masyarakat biasa. Siapa yang akan menanggung beban ribuan warga yang harus mengungsi? Sepanjang sejarah, tidak pernah ada pihak—baik aparat maupun TPNPB-OPM yang menanggung kebutuhan hidup warga yang mengungsi akibat bentrokan,” tegasnya.
Gobai menegaskan, penambahan pasukan saat ini terkesan sebagai upaya menciptakan kondisi baru di lapangan, menyusul pola yang sebelumnya terjadi di wilayah Puncak Jaya, Puncak dan Intan Jaya. Jika siklus ini terus dipertahankan, maka lingkaran kekerasan di Papua tidak akan pernah berakhir.
“Mempertahankan NKRI hanya dengan senjata dan peluru adalah pola yang sudah usang dan harus segera dievaluasi oleh pemerintah pusat. Pendekatan keamanan semata terbukti tidak menyelesaikan akar masalah,” ujarnya.
Menurut Gobai, cara terbaik menjaga keutuhan NKRI di Papua adalah melalui pembangunan yang merata dan berkeadilan, membuka ruang seluas-luasnya bagi Orang Asli Papua (OAP) untuk terlibat dalam pemerintahan, serta mendukung pemberdayaan ekonomi rakyat yang nyata dan menyentuh langsung masyarakat.
Sebagai langkah segera demi ketenangan warga, John NR Gobai meminta kepada pihak aparat keamanan untuk segera menata kembali pos pasukan dan menarik pasukan yang ditempatkan di wilayah Tuguwai dan sekitarnya ke pos induk masing-masing di Enarotali.
“Kehadiran saudara-saudara di sana membuat masyarakat tidak nyaman, tidak aman, dan takut tinggal di kampung halamannya sendiri. Pulanglah ke posmu masing-masing. Biarkan kami hidup tenang, membangun daerah kami dengan damai,” pungkasnya. (*)





















