Keamanan dan Ketertiban Jadi Prioritas Utama Demi Suksesnya Papua Reggae Festival XI

Nabire, WAGADEI — Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah (DKPT) mengajak semua pihak untuk berkomitmen sama-sama dengan sepenuhnya dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran selama pelaksanaan Papua Reggae Festival (PRF) ke-XI. Ajang seni dan budaya yang akan berlangsung di kawasan Bandara Lama Nabire pada 16–17 Oktober 2026 ini diharapkan dapat berjalan dengan aman, tertib dan sukses, serta menjadi contoh positif bagi seluruh Tanah Papua.

 

Hal itu dikatakan Ketua Umum DKPT, Nofit Nawipa, bahwa keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari kemeriahan panggung dan antusiasme penonton, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut dapat berjalan dengan aman, damai dan tertib.

 

“Kami dari Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah ingin Papua Reggae Festival ini bukan hanya menjadi pesta musik yang meriah, tetapi juga sebuah perayaan yang bermartabat, aman dan membawa kebaikan bagi semua orang. Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga acara ini agar berjalan lancar dari awal hingga akhir,” ujar Nofit Nawipa kepada wagadei.id di Nabire, Kamis, (15/10/2026).

Sebagai provinsi yang baru terbentuk, Papua Tengah memiliki kesempatan emas untuk menunjukkan wajah positifnya melalui ajang seni berskala besar ini. Nofit menekankan, bahwa keberhasilan penyelenggaraan PRF XI akan menjadi bukti bahwa masyarakat Papua Tengah mampu menyelenggarakan kegiatan yang teratur, aman dan berkelas.

 

“Papua Tengah adalah provinsi yang baru. Ini adalah kesempatan pertama kita menyelenggarakan festival reggae setingkat ini di ibu kota kita, Nabire. Mari kita tunjukkan kepada Tanah Papua dan kepada bangsa ini bahwa kita mampu menyelenggarakan acara yang aman, tertib dan penuh kedamaian. Kesuksesan acara ini ada di tangan kita semua,” ujarnya.

 

Selain mengajak peserta dan pengunjung untuk menjaga ketertiban, DKPT juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan selama festival berlangsung. Masyarakat diimbau tidak membuang sampah sembarangan, agar kawasan lokasi festival tetap bersih dan nyaman bagi siapa pun yang hadir.

 

“Kebersihan adalah cerminan budaya kita. Mari kita jaga tempat ini tetap bersih, karena ini adalah rumah kita bersama,” kata Nofit.

 

Dukungan terhadap keamanan dan kelancaran PRF XI juga disampaikan sebagai wujud apresiasi terhadap Komunitas Rasta Kribo Papua (KORK) yang telah berjuang mewujudkan ajang ini. DKPT berharap sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat luas terus terjalin dengan baik, sehingga festival-festival serupa dapat terus digelar di masa-masa mendatang.

 

“Kepada seluruh elemen masyarakat, para pengunjung dan generasi muda yang akan hadir, saya mengajak mari kita sukseskan bersama Papua Reggae Festival XI. Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, aman, penuh kedamaian dan memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan seni, budaya, serta ekonomi kreatif di tanah Papua Tengah yang kita cintai ini,” pungkasnya.

 

Dengan langkah-langkah pengamanan dan kesadaran bersama yang terus dibangun, diharapkan Papua Reggae Festival XI tidak hanya menjadi perayaan musik yang tak terlupakan, tetapi juga menjadi momentum persatuan yang kuat bagi masyarakat Papua Tengah. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan