Kopi Paniai Jadi Bukti Program 1,25 Juta Bibit Gubernur Meki Tepat Sasaran

Nabire, WAGADEI – Kabupaten Paniai keluar sebagai juara umum Festival Kopi Papua Tengah Tahun 2026 setelah memborong tiga penghargaan sekaligus pada penutupan di aula KSK Bukit Meriam, Nabire, Jumat (30/10/2026).

 

Bacaan Lainnya

Dari empat kategori yang dilombakan, Paniai menyapu bersih kategori Biji Kopi Terbaik, Stan dengan Jumlah Kopi Terbanyak, dan Stan Terbaik. Prestasi ini mengungguli tujuh kabupaten lainnya yakni Nabire, Dogiyai, Deiyai, Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya dan Mimika.

 

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kebijakan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menjadikan kopi sebagai komoditas prioritas daerah mulai menunjukkan hasil.

Pemprov Papua Tengah sendiri tengah menyiapkan program pengadaan 1,25 juta bibit kopi unggul untuk delapan kabupaten. Bibit Arabika akan difokuskan di wilayah pegunungan seperti Paniai, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak dan Puncak Jaya, sementara Robusta untuk wilayah pesisir Nabire dan Mimika.

 

“Potensi itu harus kita kelola secara serius agar mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan para petani,” kata Gubernur Meki Nawipa dalam sambutan penutupannya yang dibacakan pada festival tersebut.

 

Kemenangan Paniai mendapat validasi langsung dari Pemerintah Provinsi. Kepala Bapperida Papua Tengah, Elieser Yogi memborong hampir Rp10 juta produk kopi dari semua stan, termasuk dari Paniai, Dogiyai, Deiyai dan Intan Jaya.

 

“Kalau dihitung-hitung kemarin hampir Rp10 juta. Saya ambil hasil kopi dari stan-stan yang ada,” ujar Yogi.

Menurut Yogi, produk yang diborongnya tidak untuk dijual kembali, melainkan akan disimpan di kantor Bapperida dan dijadikan oleh-oleh resmi bagi tamu-tamu pusat yang datang ke Nabire, termasuk dari Bappenas, Kementerian Keuangan dan Kementerian Pertanian.

 

“Setiap tamu yang datang ke kantor akan saya berikan kopi ini sebagai oleh-oleh. Ini bukan lagi kopi lokal, ini sudah layak pasar nasional,” katanya.

Dengan capaian Paniai ini, Pemprov berharap kabupaten lain termotivasi untuk tidak sekadar menanam, tapi menjaga mutu dan membangun ekosistem dari hulu ke hilir, sehingga program 1,25 juta bibit benar-benar memberikan manfaat langsung bagi petani.

 

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Paniai, Yusuf Gobai mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, kelompok petani kopi, dan masyarakat yang selama ini terlibat dalam pengembangan komoditas kopi di Paniai.

 

“Puji Tuhan, dalam festival kali ini Kabupaten Paniai berhasil meraih tiga penghargaan. Dua di antaranya juara pertama dan satu juara ketiga. Ini menjadi kebanggaan bagi kami,” ujar Yusuf dilansir Cepos.

 

Menurut Yusuf, prestasi tersebut tidak terlepas dari keterlibatan tim yang mewakili Kabupaten Paniai, termasuk kelompok kopi dari kampung-kampung, pelaku usaha serta jajaran dinas terkait.

 

Secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, atas dukungan pemerintah provinsi terhadap pengembangan komoditas kopi di Papua Tengah.

 

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Gubernur serta seluruh jajaran. Harapan kami, perhatian terhadap pengembangan kopi terus ditingkatkan sehingga petani semakin bersemangat, produksi semakin berkembang, dan kopi Paniai semakin dikenal luas,” kata Yusuf.

 

Ketua Panitia Festival Kopi, Andrias Gobai, yang juga Kabid Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Papua Tengah, menyebut penilaian dilakukan tim juri independen – Budi Wattimena (barista profesional), Indra Thamrin (pelatih & juri regional), dan Roger Victor Liem (pelaku kopi Papua). Indikator penilaian meliputi kualitas biji, konsistensi pasca panen hingga kreativitas stan. (*)

Pos terkait