PT AMA Mulai Beroperasi, Subsidi Penerbangan Papua Tengah Buka Akses Wilayah Terisolir

Nabire, WAGADEI — PT AMA merupakan satu-satunya maskapai penerbangan perintis milik Gereja Katolik di tanah Papua, resmi mulai beroperasi hari ini, Senin, 24 Agustus 2026 setelah Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH dan pihak maskapai menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada 17 Agustus 2026 lalu. 

 

Kebijakan subsidi penerbangan ini merupakan langkah strategis pemerintah provinsi untuk membuka keterisolasian wilayah pegunungan Papua Tengah.

 

Juru bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You menegaskan tujuan subsidi penerbangan

 

Kebijakan ini diambil untuk dua tujuan utama yakni mempermudah mobilitas masyarakat melalui akses transportasi udara, menjadi solusi nyata untuk membuka keterisolasian wilayah pegunungan Papua Tengah.

 

Sementara tujuan kedua adalah, mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pelayanan pemerintahan di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.

 

“Keputusan Gubernur Papua Tengah ini juga menjadi bentuk dukungan dan penghormatan pemerintah bagi Keuskupan atau Gereja Katolik,” kata Emanuel You.

 

Selain itu, lanjut dia, kembali berdayakan maskapai milik PT AMA juga merupakan pemberdayaan dan penguatan agar Keuskupan lebih mandiri dan tetap eksis menjalankan misi pelayanan kemanusiaan dan keagamaan.

 

“Lebih dari itu adalah penghormatan atas pengabdian Gereja Katolik melalui PT AMA yang telah melayani wilayah pedalaman dan masyarakat terisolir di Papua selama lebih dari 60 tahun untuk misi kemanusiaan dan keagamaan,” katanya.

 

Gubernur Papua Tengah berharap masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan ini dengan baik agar warga dari delapan kabupaten dapat lebih mudah datang ke ibu kota provinsi maupun kembali ke daerahnya.

 

“Ini demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh masyarakat Papua Tengah,” katanya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan