Jayapura, WAGADEI – Atas nama seluruh bangsa Papua, pimpinan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada Pemerintah dan seluruh rakyat Republik Vanuatu dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke-46 yang digelar pada hari Kamis, 30 Juli 2026.
Ucapan resmi ini disampaikan langsung oleh Presiden Eksekutif ULMWP periode 2023–2028, Menase Tabuni, beserta Wakil Presiden Eksekutif Octovianus Mote serta Sekretaris Eksekutif Markus Haluk, dalam keterangan tertulis yang diterima media ini.
Menase Tabuni menegaskan, bahwa peringatan ke-46 kemerdekaan Vanuatu adalah momen istimewa bagi seluruh keluarga besar bangsa Melanesia. “Kami, pimpinan United Liberation Movement for West Papua atas nama seluruh bangsa Papua menyampaikan ucapan Selamat HUT ke-46 Kemerdekaan Republik Vanuatu,” katanya.
Ia mengingatkan perjalanan panjang yang telah ditempuh bangsa Vanuatu sejak menyatakan kemerdekaannya 46 tahun silam.
“Perjalanan selama hampir lima dekade ini tentu tidak mudah. Berbagai tantangan telah dihadapi, namun ketuhanan, komitmen kolektif serta pegangan teguh pada nilai-nilai budaya dan Injil telah menjadi perekat sekaligus benteng yang memperkokoh kemerdekaan Vanuatu,” ujar Menase.
Moto negara Vanuatu Long God yumi stanap atau “Di dalam Tuhan kita berdiri” menjadi pesan utama yang ditekankan. Dari landasan itulah Vanuatu terus tegak menjaga persatuan dan merawat warisan leluhur.
“Suka cita dan kebahagiaan yang menyelimuti Vanuatu hari ini, kami rasakan sebagai milik kami juga. Ia menjadi kebahagiaan bagi rakyat Melanesia di Papua Barat dan saudara seperjuangan di seluruh dunia. Kebahagiaan Vanuatu adalah kebahagiaan kita semua yaitu satu rumpun, satu darah, satu masa depan di bawah naungan perdamaian,” katanya.
Sekretaris Eksekutif ULMWP Markus Haluk menekankan makna persaudaraan yang mendalam antara kedua bangsa. “Bagi kami, Vanuatu bukan sekadar negara sahabat atau tetangga. Vanuatu adalah rumah sejati bagi bangsa Papua. Empat puluh enam tahun kemerdekaan telah menjadikan Vanuatu tempat berpijak, ruang berjuang, serta saksi nyata persatuan dan perjuangan kami,” katanya.
Menurut Markus, keberadaan Vanuatu memiliki makna yang jauh lebih luas. “Negara Vanuatu lahir untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa di kawasan Melanesia, Pasifik, dan dunia yang mendambakan keadilan serta pembebasan. Dengan berlandaskan penghormatan pada budaya, iman, dan martabat manusia, Vanuatu kini menjelma menjadi tiang yang kokoh bagi perdamaian dunia,” katanya.
Pihaknya menyampaikan harapan agar semangat persaudaraan ini terus terjaga. “Vanuatu adalah ruang yang ramah bagi manusia dan alam. Teruslah berdiri tegak membela keadilan, perdamaian, dan pembebasan bagi bangsa-bangsa yang tertindas, khususnya saudara-saudara kami di tanah Papua. Selamat ulang tahun Vanuatu, semoga Tuhan senantiasa memberkati pemimpin dan seluruh rakyatnya. Terimalah salam persaudaraan yang hangat dari kami,” katanya. (*)







