Nabire, WAGADEI.ID – Ketua KPU Provinsi Papua Tengah, Sepo Nawipa mengatakan, meskipun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Paniai di kota Madi terbakar, harapan tidak boleh ikut terbakar.
“Kebakaran itu bukan sekadar tanda kebakaran fisik, melainkan simbol kepanikan, ketakutan, dan kecemasan yang menyelimuti pasien, keluarga, tenaga medis, dan masyarakat luas,” katanya pada Selasa (7/4/2026).
Nawipa mengatakan, peristiwa kebakaran rumah sakit pada Selasa siang (7/4/2026) ini membuat pasien trauma. Mereka yang sedang berjuang melawan penyakit, tiba-tiba harus menghadapi ancaman keselamatan jiwa, rasa takut kehilangan nyawa, keterpisahan dari keluarga, hingga ketidakpastian pelayanan kesehatan menjadi tekanan psikologis yang nyata.
“Dalam kondisi tubuh yang lemah, beban mental justru menjadi berlipat,” katanya.
Di sisi lain, lanjutnya, tenaga medis dan manajemen rumah sakit dituntut untuk menyelamatkan fasilitas rumah sakit dan berjuang menyelamatkan nyawa manusia. Dalam situasi genting seperti ini, profesionalisme diuji dan kemanusiaan dipertaruhkan.
“Keputusan harus diambil secara cepat, tepat, dan penuh empati. Tidak ada ruang untuk panik, meskipun secara manusiawi, rasa itu pasti ada,” ujarnya.
Peristiwa ini juga mengguncang kepercayaan publik, sebab rumah sakit yang dibangun pada masa Bupati Meki Nawipa ini menjadi satu-satunya rumah sakit rujukan di kawasan Meepago. Bupati Paniai Yanpit Nawipa kemudian meningkatkan dan memodernisasi semua fasilitas dan layanan, termasuk tenaga medis yang cakap dan berkarakter.
“Kita sudah saksikan bahwa dalam beberapa tahun ini harapan hidup bagi masyarakat Mee mulai baik dan meningkat, bahkan bagi masyarakat di wilayah yang secara geografis tidak mudah dijangkau pun merasa aman dan punya harapan. Karena itu, kebakaran ini bukan hanya kehilangan aset, tetapi juga menyentuh rasa aman masyarakat terhadap pelayanan kesehatan,” katanya.
Dia berharap agar adanya pemulihan fasilitas, peralatan medis, maupun sistem pelayanan. Pihak rumah sakit membutuhkan dukungan penuh agar pelayanan kesehatan tidak terhenti, dan kepercayaan publik tetap terjaga.
“Bagi pasien dan keluarga, harapannya sederhana namun sangat mendasar: keselamatan, kepastian pelayanan, dan perhatian yang manusiawi. Mereka ingin diyakinkan bahwa di tengah situasi sulit ini, mereka tidak akan dibiarkan tanpa perhatian dan bantuan,” katanya.
Dia mengatakan, pemerintah daerah harus cepat tanggap dengan menginvestigasi penyebab kebakaran dan pembangunan kembali fasilitas, serta penguatan sistem keamanan rumah sakit agar kejadian serupa tidak terulang.
Nawipa menilai, fasilitas kesehatan di daerah bukan sekadar bangunan, tetapi benteng terakhir harapan masyarakat. Karena itu, aspek keselamatan, kesiapsiagaan bencana, dan manajemen risiko harus menjadi prioritas ke depan.
“Kebakaran mungkin telah menghanguskan sebagian bangunan. Tetapi harapan tidak boleh ikut terbakar,” katanya.
Dari peristiwa ini, lanjutnya, solidaritas masyarakat, ketangguhan tenaga medis, dan ketegasan pemerintah akan menjadi kunci untuk bangkit kembali.
“Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Madi Paniai mungkin sedang terluka. Namun dengan dukungan semua pihak, ia akan kembali berdiri lebih kuat/kokoh, lebih siap, dan tetap menjadi tempat di mana harapan untuk hidup diselamatkan,” katanya. []







