Wamena, WAGADEI.ID – Wakil Bupati atau Wabup Jayawijaya, Papua Pegunungan, Ronny Elopere membantah bahwa dirinya diwawancarai media massa, terkait pemberitaan yang mencatut namanya.
Dalam sebuah berita yang dipublikasikan salah satu media nasional berjudul “Pemkab Jayawijaya pastikan bangun 350 rumah bantuan dari Presiden” pada Jumat (20/3/2026), nama Wabup Jayawijaya, Ronny Elopere ditulis sebagai narasumber. Padahal dirinya tak diwawancarai media tersebut.
Ronny mengatakan, informasi tersebut adalah hoaks karena disebarkan tanpa proses wawancara maupun konfirmasi. Dia menilai tindakan itu sebagai upaya mencemarkan nama baiknya.
Ronny mengatakan, dirinya sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam program bantuan perumahan dari Presiden. Ia merasa pemberitaan tersebut sengaja dibuat untuk menjebak dan merusak reputasinya di tengah masyarakat.
“Saya tidak tahu dan tidak pernah terlibat dalam bantuan Presiden untuk perumahan ini. Tiba-tiba berita naik tanpa pernah mewawancarai saya. Ini sangat lucu dan merusak nama baik,” kata Wabup Jayawijaya, Ronny Elopere melalui pesan WhatsApp kepada Wagadei.id di Wamena, Jayawijaya, Minggu (22/3/2026).
Wabup Ronny mengaku telah berusaha menghubungi wartawan yang menulis berita sejak malam sebelumnya untuk meminta klarifikasi. Namun pesannya tidak diindahkan.
Ia pun memberikan peringatan keras agar pihak pembuat berita segera mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Saya minta klarifikasi resmi dari pihak pembuat berita dalam jangka waktu 1×24 jam sejak peringatan diberikan. Pesan teguran sudah dibaca, tapi tidak ada respon positif,” ujarnya.
Menurut Ronny, tindakan tersebut merupakan bentuk pencemaran nama baik, sekaligus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Ia menegaskan tidak akan tinggal diam dan telah memerintahkan timnya, untuk melacak keberadaan oknum yang membuat berita.
“Saya sudah perintahkan pasukan untuk cari dia. Ini sudah melanggar UU ITE. Jika tidak ada klarifikasi hari ini, saya akan proses orang ini secara hukum. Dia harus bertanggung jawab atas apa yang ditulis,” katanya. []







