Deiyai, WAGADEI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai, Papua Tengah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrembangda) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2026. Kegiatan ini dipandu oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di aula Sekretariat Dewan DPRD Deiyai, Waghete, pada hari Selasa, (6/5/2025).
Musrengbanda ini mengusung tema: “Pemenuhan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan umum dasar dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia yang didukung dengan pemenuhan infrastruktur yang memadai” ini dibuka oleh bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST.
Bupati Mote dalam sambutannya menyampaikan visi pihaknya yang telah disampaikan pada masa kampanye sebagai janji pengabdiannya kepada masyarakat.
“Bahwa visi misi saya dan pak wakil (Bupati) adalah yang pertama, visi kami mewujudkan kabupaten Deiyai maju, sejahtera, berkeadilan, berbudaya dan berdaya saing berlandaskan semangat gotong royong. Itu visi kami,” katanya.
Delapan poin misi pihanya yakni:
Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di dalamnya ada pendidikan, kesehatan, pemuda dan olahraga.
Kedua, pembangunan infrastruktur dasar yang berkualitas. Kami ingin banyak infrastruktur yang kami bangun di Deiyai ini. Agar mempermudah akses dari kampung ke kampung.
Ketiga, peningkatan struktur ekonomi yang produktif, inovatif, mandiri dan berdaya saing . Kami ingin orang Deiyai sudah siap secara Ekonomi kerakyatan. Keempat, menghadirkan pemerintahan setara tanpa diskriminasi.
Kelima, memajukan budaya sebagai cerminan jati diri masyarakat.
Keenam, pengelolaan pemerintahan Daerah yang efektif, efisien, tidak korupsi, transparan, responsif dan melayani.
Ketujuh, menekan angka kemiskinan.
Kedelapan, membangun sinergi pemerintahan dengan berbagai stakeholder termasuk pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Ia mengharapkan sekaligus menegaskan agar delapan misi yang telah dijabarkan kepada semua kepala OPD dijadikan sebagai rencana kerja dan tidak menjalankan visi dan misi sendiri.
“Dari delapan misi ini, penjabarannya saya sudah sampaikan kepada semua kepala OPD. Saya berharap apa yang sudah disampaikan itu dijadikan sebagai rencana kerja Tahun 2025. Tidak ada kepala Dinas atau kepala OPD membawa misi sendiri,” kata Bupati Mote.
Plt Kepala Bappeda Kabupaten Deiyai, Ambrosius Eria mengatakan Musrembang merupakan kegiatan wajib karena telah didukung oleh undang-undang dan aturan pemerintah. Namun Eria berharap acara ini tidak hanya sebatas formalitas belaka, namun harus mempunyai dampak yang signifikan.
“Musrembang ini acara yang sudah paten. Karena didukung dengan dasar hukum undang-undang dan ada aturan turunannya . Sehingga acara ini kita lakukan bukan hanya sebatas memenuhi tapi, untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi daerah ini. Jadi kita tidak hanya karena ada undang-undang terus mau laksanakan. Tidak. Tetapi acara ini kita buat untuk kita laksanakan kembangkan masayarakat dan daerah di tempat ini. Jadi bukan hanya sebagai formalitas belaka,” kata Eria.
Tiborius Adii, selaku ketua panitia dalam laporan menyampaikan bahwa BAPPEDA sudah melaksanakan rangkaian beberapa kegiatan sebelumnya. Diantaranya Musrembang kampung yang terpusat di tingkat distrik. Selanjutnya penyusunan rancangan awal RKPD, konsultasi publik yang di lakukan oleh BAPPED dalam rangka mendesain RKPD tahun 2026.
“Musrembang tingkat distrik yang berpusat di ibu kota-ibu kota distrik-distrik di kabupaten Deiyai. Pra musrembang. Dan pada hari ini kita melaksanakan musrembang tingkat kabupaten,” kata Tiborius Adii.
Kesempatan itu DPRD Deiyai juga menyampaikan pokok-pokok pikiran yang telah disusunya berdasarkan pengamatan dan hasil kajian dari berbagai komisi dan dapil untuk diserahkan langsung kepada Pemkab.
Kegiatan yang dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ini dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan pembagian kelompok untuk membahas RKPD tahun 2025. (adv/*)










