Nabire, WAGADEI – Di halaman apel, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH tidak sedang membacakan angka-angka anggaran. Ia justru membacakan tentang hati.
Tentang seragam yang bukan sekadar kebanggaan, tentang gaji yang bukan sekadar angka di rekening pada setiap bulan. Tentang sumpah yang sering kita ucapkan, tapi kadang lupa kita jalani.
“Menjadi pegawai ASN bukan hanya soal menerima gaji. Ini tentang menerima kepercayaan. Kepercayaan dari mama-mama di pasar, dari bapak-bapak di kebun, dari anak-anak di pedalaman yang menunggu sekolah dan puskesmas dibuka,” ujar Gubernur Meki Nawipa, Senin, (19/10/2026).
Bagi Gubernur Meki, Papua Tengah 2026 bukan lagi tahun untuk sekadar hadir, absen, lalu pulang.
Ia ingin ASN yang datang tepat waktu, bukan karena takut TPP dipotong, tapi karena menyadari ada warga yang sudah menunggu sejak pagi.
Nawipa ingin program yang terukur, bukan laporan yang tebal. Pelayanan yang cepat dan transparan, bukan berbelit-belit di meja birokrasi.
“Jangan lagi ada stigma dinas basah dan dinas kering. Di mana pun kalian ditempatkan, di situlah ladang pengabdian. Tuhan dan rakyat yang akan menilai,” katanya.
Lima pesan ia titipkan, seperti lima jari yang saling menguatkan yakni disiplin, kerja yang berbuah hasil, pelayanan yang tulus, kolaborasi dan kemauan untuk terus belajar.
Karena menurutnya, tidak ada satu OPD pun yang bisa membangun Papua Tengah sendirian. Seperti jari-jari tangan, semua harus menggenggam bersama.
Di akhir amanatnya, suara Gubernur itu mengulang kalimat yang kini menjadi mantra barunya; “Mari kita bekerja dengan hati, melayani dengan tulus, dan mengabdi dengan penuh tanggung jawab.”
Sebuah kalimat sederhana. Namun di Tanah Papua, kata “mengabdi” memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar bekerja.
Mengabdi berarti tinggal. Berarti mendengar. Berarti melayani hingga larut malam, seperti yang ia lakukan ketika menerima warga yang datang dari jauh.
Karena pada akhirnya, seragam ASN akan pudar, jabatan akan berganti. Yang tinggal hanyalah apakah kita pernah benar-benar berguna bagi masyarakat Itulah gaji yang sesungguhnya. (*)





















