Nabire, WAGADEI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menetapkan Oktober sebagai Bulan Kopi Papua Tengah 2026. Puncaknya, Festival Kopi Papua Tengah 2026 akan digelar pada 29–30 Oktober 2026 di kawasan strategis KSK Nabire.
Kegiatan ini digagas oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah sebagai momentum membumikan kopi Papua Tengah dan memperkenalkan kekayaan cita rasa kopi lokal ke panggung yang lebih luas.
“Oktober kita jadikan momentum untuk membumikan kopi Papua Tengah, meningkatkan kebanggaan terhadap produk daerah, dan memperluas pasar. Yang paling penting, memperkuat peran petani sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi masyarakat,” ujar Kadis Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah, Drh. Rafael Heri Nugroho melalui keterangannya, Senin, (19/10/2026).
Festival ini tidak hanya soal minum kopi. Pemerintah mendorong pengembangan ekosistem kopi yang berkelanjutan, mulai dari hulu hingga hilir bahwa budi daya di kebun, pengolahan pascapanen, peningkatan mutu hingga pemasaran dan penyajian di cangkir.
Melalui festival dua hari ini, Pemprov juga membuka peluang investasi, kemitraan usaha dan pengembangan UMKM berbasis kopi lokal.
Dengan tema “Dari Kebun Kopi ke Cangkir, dari Petani Kopi untuk Papua Tengah”, festival diharapkan menjadi ruang pertemuan antara petani, pemerintah, pelaku usaha dan pasar, sehingga kopi Papua Tengah semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Pihaknya mengajak seluruh elemen untuk ambil bagian. Mulai dari pimpinan OPD, pemerintah kabupaten se-Papua Tengah, petani kopi, kelompok tani, koperasi, pelaku UMKM, pengusaha, perbankan, investor, barista, komunitas kopi, generasi muda hingga masyarakat luas.
“Partisipasi bisa dengan menghadiri festival, memamerkan dan mempromosikan produk kopi lokal, mengikuti edukasi dan pelatihan, serta memperluas jejaring usaha yang manfaatnya kembali ke petani,” katanya.
Kabid Perkebunan Papua Tengah sekaligus Ketua Panitia, Andrias Gobai mengatakan waktu pelaksanaannya.
“Pelaksanaannya dua hari, yaitu tanggal 29 sampai 30 Oktober 2026 di KSK Nabire, Provinsi Papua Tengah,” ujar Gobai. (*)





















