Pesawat AMA Bersubsidi dari Papua Tengah Resmi Mendarat di Enarotali Paniai

Enarotali, WAGADEI — Sebuah momen bersejarah bagi perhubungan wilayah pegunungan Papua Tengah terwujud hari ini, Rabu, (26/8/2026). Pesawat Pilatus Porter milik PT AMA yang beroperasi di bawah skema subsidi penerbangan Pemerintah Provinsi Papua Tengah  resmi mendarat di Bandar Udara Enarotali, Kabupaten Paniai. 

Pendaratan ini menandai dimulainya layanan penerbangan perintis bersubsidi yang telah lama dinanti masyarakat di wilayah pedalaman.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Paniai, Yanuarius Tekege mengatakan, kedatangan pesawat ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani antara Gubernur Papua Tengah dan PT AMA pada 17 Agustus 2026, yang mulai berlaku efektif per Senin, 24 Agustus 2026.

“Hari ini pesawat Pilatus Porter sudah mendarat perdana di Enarotali, ini adalah penerbangan subsidi dari Bapak Gubernur Papua Tengah untuk masyarakat,” ujar Yanuarius Tekege.

 

Penerbangan perdana ini, kata dia, telah memuat penumpang juga yang turun ke Nabire sebagai tanda awal pelayanan terhadap masyarakat.

 

Melalui kebijakan subsidi penerbangan ini, Pemprov Papua Tengah berkomitmen mempermudah mobilitas masyarakat dan membuka keterisolasian wilayah pegunungan yang selama ini sulit dijangkau melalui jalur darat.

 

Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, sebelumnya menyampaikan bahwa kebijakan ini ditujukan untuk mempermudah akses transportasi udara bagi masyarakat di daerah terpencil, terutama untuk kebutuhan mendesak seperti rujukan kesehatan, pendidikan dan urusan pemerintahan.

 

Mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.

 

Bandara Enarotali di Kabupaten Paniai menjadi salah satu bandara setelah mendarat di Bilogai Intan Jaya, Mulia Puncak Jaya yang dilayani dalam rute perdana. Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov Papua Tengah agar seluruh kabupaten tidak hanya ibu kota provinsi dapat merasakan manfaat peningkatan akses transportasi udara.

 

Agen pesawat milik PT AMA di Paniai, Daniel Gobai mengatakan, warga yang menyambut kedatangan pesawat menyampaikan rasa syukur dan harapan yang besar.

 

“Kami bersyukur bisa dapat subsidi dan kami sebagai agen akan menjalankan tugas dengan baik,” katanya.

 

Selama ini, lanjut dia, perjalanan darat dari Paniai ke Nabire memakan waktu berjam-jam dengan kondisi jalan yang sulit, terutama saat musim hujan dan kemarau. Adanya layanan penerbangan bersubsidi ini diharapkan memangkas waktu perjalanan menjadi kurang dari satu jam.

 

Penghormatan atas 60 Tahun Pengabdian PT AMA

 

Kerja sama dengan PT AMA yang merupakan maskapai penerbangan perintis milik gereja Katolik juga menjadi bentuk penghormatan atas pengabdian lebih dari 60 tahun maskapai ini dalam melayani wilayah pedalaman Papua untuk misi kemanusiaan dan keagamaan. Subsidi ini sekaligus menjadi upaya pemberdayaan agar Keuskupan dan PT AMA semakin mandiri dalam menjalankan misi pelayanan kemanusiaan.

 

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan ini dengan baik agar warga dari kabupaten-kabupaten dapat lebih mudah datang ke ibu kota provinsi maupun kembali ke daerahnya, demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh masyarakat Papua Tengah,” kata Gubernur Meki Nawipa.

 

Dengan beroperasinya layanan ini di Enarotali, diharapkan rute-rute lainnya seperti ke Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak dan Puncak Jaya dapat segera menyusul, sehingga keterisolasian wilayah pegunungan Papua Tengah dapat teratasi secara bertahap. Layanan ini bukan sekadar penerbangan komersial, melainkan jembatan harapan bagi masyarakat untuk terhubung dengan dunia luar, membawa perubahan nyata bagi pembangunan daerah. (*)

Pos terkait