Nabire, WAGADEI – Di momen puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-4 Provinsi Papua Tengah, pada hari Rabu, 22 Juli 2027 malam terjadi sebuah adegan sederhana namun sarat makna merebut perhatian hadirin, Gubernur Meki Nawipa, SH dan Wakil Gubernur Deinas Geley, S.Sos, M.Si saling memberi hormat satu sama lain sesaat pemotongan tumpeng ulang tahun di panggung terhormat.
Bagi mereka yang menyaksikan, itu bukan sekadar tata cara protokoler semata, melainkan simbol nyata dari kesepakatan hati dan komitmen yang tak tergoyahkan untuk bekerja bahu-membahu demi kemajuan daerah.
Empat tahun bukan waktu yang singkat untuk membangun provinsi yang baru lahir dari tengah tantangan. Di tengah perbedaan latar belakang dan pemikiran, keharmonisan pimpinan tertinggi adalah kunci agar roda pemerintahan terus berputar menuju tujuan yang sama. Saling menghormati adalah dasar dari kerja sama yang sejati, pengakuan bahwa setiap jabatan memiliki peran dan tanggung jawab yang setara dan bahwa kekuatan terbesar lahir ketika perbedaan dipertemukan dalam satu arah yang sama.
Gerakan itu pun menjadi pesan tegas bagi seluruh jajaran pemerintahan, lembaga legislatif, hingga seluruh elemen masyarakat. Bahwa di Papua Tengah tidak ada ego pribadi, melainkan hanya kepentingan rakyat yang menjadi nomor satu. Kerja sama antara Gubernur dan Wakil Gubernur menjadi teladan bahwa bagaimana perbedaan justru menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, saling menguatkan, dan bersama-sama mengemban amanah yang dipercayakan masyarakat.
Di usia yang masih belia ini, kebersamaan pimpinan menjadi jaminan bagi stabilitas pembangunan. Ketika pemimpin bersatu, maka jalan bagi pemerataan kesejahteraan, perlindungan bagi Orang Asli Papua, serta kemajuan yang berakar pada budaya dan kearifan lokal akan lebih mudah diwujudkan. Saling hormat itu adalah janji bahwa perjuangan ini akan dilalui bersama, tak ada yang berjalan sendirian dan tak ada yang ditinggalkan.
Momen itu mengajarkan kita bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya dibangun dari gedung dan jalan, melainkan lebih dari itu dibangun di atas pondasi kepercayaan, rasa hormat dan kerja sama yang tulus antar pemimpin dan seluruh rakyatnya.
Pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-4 Provinsi Papua Tengah yang dirangkaikan konser rohani dan doa bersama, Gubernur Meki Nawipa menegaskan dua pilar utama arah pembangunan ke depan yakni penguatan sumber daya manusia (SDM) dan penjagaan persatuan sebagai fondasi mutlak kemajuan daerah .
Mengawali sambutannya, Gubernur mengajak seluruh elemen bersyukur sekaligus merenungi perjalanan empat tahun merintis. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat, panitia, KADIN, Dewan Kesenian Papua Tengah, seluruh Organisasi Perangkat Daerah serta jajaran TNI dan Polri yang menyukseskan rangkaian perayaan sejak 19 Juli.
“Usia empat tahun adalah momen evaluasi dan penguatan komitmen. Masih banyak pekerjaan rumah: pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, ekonomi rakyat, hingga infrastruktur dasar yang harus kita tuntaskan bersama,” ujar Gubernur.
Sebagai bukti nyata fokus pada pembangunan manusia, pada momen bersejarah ini resmi diluncurkan Program BANGKIT (Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh). Program afirmasi ini ditujukan bagi keluarga Orang Asli Papua (OAP), khususnya balita, dengan bantuan tunai Rp350 ribu per bulan yang diserahkan langsung kepada ibu atau wali perempuan untuk pemenuhan gizi, makanan pendamping ASI, vitamin serta stimulasi pendidikan dini. Pada tahap awal menjangkau sekitar 1.000 balita di Intan Jaya, Puncak Jaya Paniai, dan Dogiyai sebelum diperluas ke Puncak, Deiyai, Mimika dan Nabire.
“Ini investasi jangka panjang agar lahir generasi sehat, cerdas, sekaligus menguatkan ekonomi keluarga dan pemanfaatan pangan lokal,” kata Gubernur tegas.
Di sisi lain, pesan persatuan menggema kuat. “Papua Tengah adalah rumah kita bersama. Mari tolak kekerasan, hormati perbedaan, dan utamakan dialog. Pembangunan hanya akan tumbuh subur di tanah yang damai,” seru Gubernur disambut tepuk tangan hadirin.
Kepada seluruh ASN, ia meminta momentum ini menjadi pendorong disiplin, profesionalisme, serta pelayanan yang tulus dan memudahkan masyarakat. “Setiap rupiah anggaran harus dikelola jujur, transparan, dan manfaatnya nyata bagi Orang Asli Papua,” katanya.
Di penghujung acara, Gubernur menyampaikan penghargaan kepada para pendiri provinsi, pemerintah pusat, lembaga adat, agama, pers, dan seluruh elemen yang berjuang mendampingi perjalanan ini.
“Mari terus bergandengan tangan wujudkan Papua Tengah yang adil, maju, dan bermartabat. Dirgahayu ke-4 tanah kelahiran kita,” ucapnya. (*)











