Komnas HAM RI Dorong Investigasi Kasus Kematian Ibu Hamil di Intan Jaya   

Jakarta, WAGADEI — Seorang ibu hamil bernama inisial MD meninggal dunia akibat luka tembak saat berada di dalam rumahnya di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah. Peristiwa ini kembali menyoroti keamanan dan perlindungan warga sipil di wilayah yang selama ini sering diwarnai ketegangan keamanan.

 

Bacaan Lainnya

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) segera merespons kasus tersebut dengan mendorong dilakukannya penyelidikan secara tuntas, independen, dan transparan. Menurut pernyataan yang disampaikan, lembaga ini menekankan bahwa setiap kematian warga sipil, apalagi menyangkut ibu hamil, harus dikaji secara mendalam guna mengungkap fakta, kronologi, dan pihak yang bertanggung jawab.

 

“Kasus ini perlu ditangani secara serius. Ibu hamil termasuk kelompok rentan yang wajib dilindungi dalam situasi apa pun, termasuk saat ada ketegangan keamanan. Tidak boleh ada kematian yang dibiarkan tanpa kejelasan,” ujar sumber di Komnas HAM, seperti dikutip dari laporan ANTARA, Senin, (6/7/2026).

 

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi mengenai asal tembakan maupun identitas pihak yang diduga terlibat. Masyarakat setempat menyampaikan keprihatinan mendalam dan berharap proses hukum berjalan adil tanpa memihak siapa pun.

 

Kabupaten Intan Jaya tercatat sebagai wilayah yang kerap mengalami gesekan antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata, sehingga sering berdampak langsung pada keselamatan warga biasa. Kasus MD menambah daftar panjang insiden yang melibatkan korban sipil di daerah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

 

Komnas HAM menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, TNI, serta perwakilan masyarakat setempat. Tujuannya adalah memastikan hak korban terpenuhi dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan