Wamena, WAGADEI.ID – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan meresmikan gedung Gereja Kemah Injil Indonesia atau GKII Jemaat Zebaot Yalengga pada Kamis (19/3/2026), setelah menunggu 20 tahun lamanya.
Bupati Jayawijaya, Athenius Murip, hadir langsung dalam acara pentahbisan dengan menggunting pita dan menyerahkan kunci gereja kepada gembala setempat.
“Terima kasih kepada semua komponen yang telah membantu, baik dalam doa maupun materi, sehingga gereja ini dapat berdiri megah,” ujar Athenius Murip.
Sebagai bentuk dukungan terhadap gereja tersebut, Pemkab Jayawijaya memberikan bantuan dana sebesar Rp400 juta dan seperangkat alat musik untuk melengkapi fasilitas gereja.
“Bantuan ini untuk penyelesaian yang belum terselesaikan. Semoga gereja ini dapat meningkatkan iman orang Kristiani di Yalengga,” katanya.
Ketua panitia pembangunan sekaligus panitia peresmian gereja GKII Zebaot Yalengga, Koties Ingibal mengatakan, pembangunan gereja ini dimulai sejak tahun 2006. Proses perencanaannya memakan waktu 10 tahun, dan pembangunan fisik berlangsung selama 10 tahun berikutnya.
“Perjalanan ini sangat panjang, di mana gereja ini harus dibangun dengan susah payah oleh jemaat sendiri,” kata Koties Ingibal.
Sebelum gereja baru ini dibangun, jemaat GKII Zebaoth Yalengga tak punya bangunan permanen. Mereka beribadah di halaman terbuka. Kali ini mereka boleh menghirup udara segar, karena gedung gereja permanen sudah diresmikan setelah menunggu 20 tahun lamanya.
Koties menambahkan, selain dukungan jemaat dan kader gereja, pemerintah juga pernah memberikan bantuan sebesar Rp150 juta pada tahun 2022.
Meski demikian, gereja yang baru diresmikan ini masih membutuhkan fasilitas tambahan, seperti pastori, tempat inventaris, dan perlengkapan musik.
“Kami berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan dan berharap dapat terus mendapatkan dukungan dari pemerintah dan masyarakat,” kata Koties. []







