Masuki Tahun Kedua, Meki Nawipa Janji Perbaikan dan Penguatan Pelayanan Dasar

NABIRE, WAGADEI –  Memasuki satu tahun masa kepemimpinan, Gubernur Meki Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley menegaskan komitmen untuk terus menjaga kepercayaan rakyat melalui kerja nyata dan evaluasi berkelanjutan.

Dalam forum refleksi pemerintahan yang digelar terbuka berlansung di balroom kantor gubenur pada jumat (20/2/2026).

Meki Nawipa secara jujur mengakui bahwa tahun pertama kepemimpinan tidak berjalan tanpa tantangan. Ia menyebut keterbatasan infrastruktur, penataan birokrasi yang masih berproses, serta tingginya ekspektasi publik sebagai dinamika yang dihadapi Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

“Kami menyadari masih ada kekurangan. Itu tidak kami tutupi. Justru menjadi catatan penting untuk diperbaiki,” tegasnya.

Menurut Meki, evaluasi internal terus dilakukan untuk memastikan seluruh program prioritas berjalan sesuai perencanaan dan target pembangunan yang telah ditetapkan.

Amanah Rakyat Jadi Pegangan

Lebih lanjut, Meki Nawipa menegaskan bahwa mandat yang diberikan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Kepercayaan publik, kata dia, adalah fondasi utama dalam membangun daerah yang baru berkembang seperti Papua Tengah.

“Kami tidak ingin mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan. Jika ada kekurangan, kami perbaiki. Jika ada yang belum maksimal, kami tingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Deinas Geley menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan. Ia menilai kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci agar program-program pemerintah dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Fokus Percepatan di Tahun Kedua

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan memprioritaskan percepatan implementasi program strategis serta penguatan pelayanan dasar bagi masyarakat.

Forum refleksi bertema “Satu Tahun Cukup untuk Membuktikan Kepemimpinan” menjadi simbol keterbukaan pemerintah dalam menerima kritik, masukan, dan evaluasi publik. Momentum tersebut sekaligus menegaskan bahwa akuntabilitas bukan sekadar wacana, melainkan komitmen moral yang harus diwujudkan melalui kerja konkret.

Dengan semangat transparansi dan pembenahan berkelanjutan, kepemimpinan Meki Nawipa dan Deinas Geley menatap tahun kedua dengan tekad memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah. (*)

Pos terkait