STIKes Persada Nabire Apresiasi Gubernur Papua Tengah atas Program Pendidikan Gratis bagi Mahasiswa Berprestasi

Nabire, WAGADEI – Ketua STIKes Persada Nabire, Alfred D. Lambey, SKM., M.Kes, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley atas perhatian serta komitmen nyata dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi, khususnya bagi perguruan tinggi swasta di Provinsi Papua Tengah.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul penyaluran program bantuan biaya pendidikan gratis dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang telah dirasakan manfaatnya oleh 104 mahasiswa STIKes Persada Nabire. Bantuan pendidikan yang disalurkan pada akhir Desember 2025 tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menyiapkan Generasi Emas Papua Tengah 2030.

Menurut Alfred, program pendidikan gratis merupakan wujud nyata keberpihakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap pengembangan pendidikan tinggi dan peningkatan kualitas mahasiswa, khususnya mereka yang memiliki komitmen akademik baik.

“Program ini sangat membantu mahasiswa, terutama yang sedang menempuh studi pada semester lanjutan hingga tahap akhir penyelesaian pendidikan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua Tengah,” ujar Alfred.

Pernyataan tersebut disampaikan Alfred saat ditemui awak media di ruang kerjanya di Kampus STIKes Persada Nabire, Waharja, Jalan Poros Samabusa, Jumat (30/1/2026). Ia menjelaskan bahwa bantuan pendidikan gratis tidak diberikan kepada seluruh mahasiswa, melainkan kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan melalui surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah.

“Bantuan ini diperuntukkan bagi mahasiswa aktif minimal semester tiga ke atas hingga mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi, dengan persyaratan akademik tertentu,” jelasnya.

Dari sekitar 300 mahasiswa STIKes Persada Nabire, sebanyak 104 mahasiswa dinyatakan memenuhi persyaratan dan berhak menerima bantuan biaya pendidikan gratis. Salah satu syarat utama penerima bantuan adalah memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain kepada pimpinan daerah, Alfred juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, khususnya Kepala Dinas Nurhaidah Meki Nawipa, yang telah memfasilitasi dan mengoordinasikan proses penyaluran bantuan pendidikan sehingga berjalan lancar dan tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan STIKes Persada Nabire, Syarifah Adriana, SKM., M.KM, menjelaskan bahwa proses penetapan penerima bantuan dilakukan secara transparan dan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Menurutnya, kriteria penerima bantuan meliputi IPK minimal 2,5, terdaftar aktif pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti), serta berstatus sebagai mahasiswa aktif minimal semester tiga. Penerima bantuan juga diprioritaskan bagi putra-putri daerah Papua Tengah, meskipun terdapat mahasiswa non-daerah yang memenuhi persyaratan.

Mahasiswa penerima bantuan diwajibkan melengkapi dokumen pendukung berupa KTP, Kartu Keluarga, KRS, Kartu Hasil Studi, serta surat keterangan tidak mampu, sesuai ketentuan yang ditetapkan.

“Setelah sosialisasi, kami menerima dan menyeleksi berkas mahasiswa. Sebanyak 104 mahasiswa dengan berkas lengkap kemudian diusulkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah untuk diverifikasi oleh tim verifikator,” jelas Syarifah.

Ia menambahkan, setelah proses verifikasi selesai dan seluruh mahasiswa dinyatakan memenuhi syarat, dana bantuan disalurkan melalui rekening STIKes Persada Nabire dan langsung digunakan untuk melunasi pembayaran SPP semester berjalan bagi mahasiswa penerima bantuan.

Syarifah memastikan bahwa seluruh bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah tersalurkan sepenuhnya. Setiap mahasiswa penerima juga memperoleh kuitansi pelunasan SPP sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi penyaluran dana. (*)

Pos terkait