Gubernur Papua Tengah komitmen laksanakan pendidikan gratis

Nabire, WAGADEI – Pemerintah Provinsi atau Pemprov Papua Tengah berkomitmen melaksanakan program pendidikan gratis di wilayah pemerintahannya. Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa S.H menegaskan, komitmen itu sebagai upaya Pemprov Papua Tengah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Penegasan itu disampaikan Gubernur Nawipa saat penyerahan bantuan hewan kurban di halaman Masjid Agung Al-Falah, Jalan Merdeka, Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Minggu (24/5/2026).

Katanya, kebijakan ini sejalan dengan visi pemerintah provinsi mewujudkan Papua Tengah yang adil, maju, harmonis, berdaya saing, dan pembangunannya berjalan secara berkelanjutan.

“Mulai tahun ini pemerintah daerah telah mengambil langkah nyata, dengan memberlakukan kebijakan pembebasan biaya pendidikan bagi siswa SMP dan mahasiswa yang berkuliah di Nabire,” kata Gubernur Meki Nawipa.

Menurutnya, Kebijakan ini diambil sebagai upaya membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Papua Tengah.

Dengan kebijakan tersebut kata Gubernur Nawipa, tidak ada alasan lagi bagi anak-anak di Provinsi Papua Tengah, untuk tidak bersekolah dan melanjutkan pendidikan.

Sebab, pembangunan di Provinsi Papua Tengah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur. Namun mencakup kemajuan bidang sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, hingga penguatan kehidupan beragama dan saling menghargai perbedaan.

“Khusus untuk mahasiswa, bantuan biaya pendidikan diberikan dengan syarat memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75. Seluruh biaya pendidikan akan ditanggung penuh oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah, sebagai bagian dari program prioritas pembangunan daerah,” ucapnya.

Gubernur Nawipa berharap, melalui program pendidikan gratis Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat membangun fondasi pembangunan yang kokoh, guna menciptakan masyarakat yang sejahtera, hidup rukun berdampingan, dan mampu bersaing pada masa mendatang.

Namun kata Gubernur Nawipa, Pemprov Papua Tengah belum memberlakukan pendirikan gratis pada jenjang Sekolah Dasar (SD), terutama di wilayah Kabupaten Nabire karena masih ada masalah validasi data pada jenjang pendidikan dasar itu.

Katanya, masih ada kepala Sekolah Dasar yang belum jujur saat menginput data. Padahal kebijakan pemerintah benar-benar dapat tepat sasaran dan tidak disalahgunakan, apabila didukung data yang akurat.

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah masih melakukan evaluasi dan pembenahan sebelum menerapkan program pendidikan gratis di tingkat SD,” kata Gubernur Nawipa. (*)

 

 

Pos terkait