NABIRE, WAGADEI – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Tim Terpadu Tanggap Darurat menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana sosial akibat konflik bersenjata di Distrik Kembru dan Distrik Pogoma, Kabupaten Puncak, sebagai bagian dari penanganan darurat kemanusiaan di wilayah tersebut.
Penanganan ini mengacu pada Surat Keputusan Bupati Puncak Nomor 300.2.1/48/Tahun 2026 tentang penetapan masa tanggap darurat, menyusul terjadinya pengungsian massal warga menuju Distrik Sinak, Kabupaten Puncak dan Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.
Merespons situasi tersebut, Pemprov Papua Tengah membentuk Tim Terpadu lintas sektor yang melibatkan Dinas Sosial, BPBD dan Damkar, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, serta sejumlah instansi terkait lainnya untuk menangani dampak kemanusiaan di daerah terdampak.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Tengah, Roni Misikmbo, dalam laporan tim terpadu menyampaikan penanganan difokuskan pada keselamatan warga korban luka yang dirawat di rumah sakit di Mulia, Sinak, Nabire dan Jayapura, pemulihan psikososial bagi para pengungsi, serta pemenuhan kebutuhan dasar yang mendesak.
Selain memastikan perlindungan keselamatan warga selama masa tanggap darurat, tim juga menyalurkan berbagai bantuan logistik untuk para pengungsi. Pada Kamis (23/4/2026), Tim Terpadu diberangkatkan dari Nabire menuju Mulia menggunakan empat penerbangan Smart Air, terdiri dari satu penerbangan untuk personel tim dan tiga penerbangan khusus distribusi logistik.
Bantuan yang dikirim meliputi 2 ton beras, 40 liter minyak goreng, 40 dus susu, 400 kilogram gula pasir, 80 karton mi instan, serta kebutuhan dasar lainnya seperti tikar, sabun mandi, sikat dan pasta gigi, sandal, terpal, selimut dewasa dan bayi, pembalut, popok bayi hingga sarung untuk perempuan.
Distribusi bantuan dilanjutkan pada Jumat (24/4/2026) melalui penerbangan lanjutan ke Sinak dan Mulia guna memperkuat penyaluran logistik sekaligus mendukung operasional Tim Krisis dari Dinas Kesehatan.
Tim Krisis Kesehatan yang diterjunkan turut membawa bahan makanan bagi petugas, paket pemberian makanan tambahan (PMT) untuk korban terdampak, obat-obatan, bahan medis habis pakai serta alat kesehatan untuk pelayanan tanggap darurat di Sinak. Sementara dukungan layanan kesehatan di RSUD Mulia diperkuat dengan pengiriman peralatan medis, meski kebutuhan oksigen generator dan genset masih dalam proses pemenuhan.
Langkah cepat Pemerintah Provinsi Papua Tengah ini menjadi bagian dari respons kemanusiaan dalam menangani dampak konflik, sekaligus memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.
Pemprov Papua Tengah menegaskan penanganan konflik tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga perlindungan masyarakat sipil, pemulihan kesehatan, serta jaminan pemenuhan kebutuhan hidup warga terdampak di wilayah pegunungan Papua Tengah. (*)





















