NABIRE, WAGADEI – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, bersama rombongannya melanjutkan agenda kunjungan kerjanya di Kabupaten Nabire dengan meninjau langsung Pelabuhan Samabusa di Distrik Teluk Kimi, Papua Tengah, Senin (20/04/2026) sekitar pukul 12.35 WIT.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Bupati Nabire Mesak Magai, Bupati Intan Jaya Aner Maisini, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pejabat terkait.
Setibanya di lokasi, Wapres langsung meninjau fasilitas utama pelabuhan, meliputi dermaga niaga dan dermaga penumpang. Ia juga menerima paparan mengenai fungsi, kapasitas, serta rencana pengembangan pelabuhan yang menjadi jalur vital distribusi logistik di wilayah Papua Tengah.
Pelabuhan Samabusa diketahui memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang transportasi laut yang melayani delapan kabupaten. Dalam kesempatan tersebut, Wapres menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kualitas fasilitas guna menunjang kelancaran arus barang dan mobilitas masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Papua Tengah, Ewonggen Kogoya, menjelaskan bahwa pelabuhan tersebut memiliki luas sekitar 143.110 meter persegi. Fasilitas yang tersedia meliputi terminal penumpang seluas 6.120 meter persegi serta area penumpukan barang seluas 25.879 meter persegi yang masih berpotensi untuk dikembangkan.
Meski demikian, keterbatasan kapasitas dermaga masih menjadi kendala. Saat ini, panjang dermaga sekitar 227 meter dengan lebar 12 meter, sementara kapal yang dilayani dapat mencapai panjang hingga 177 meter.
Petugas fasilitas pelabuhan, Jackson Banjarnahor, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut menyebabkan antrean kapal, khususnya ketika kapal penumpang dan kargo bersandar secara bersamaan.
“Ketika kapal penumpang bersandar, kapal kargo harus menunggu di area labuh,” jelasnya.
Selain itu, keterbatasan fasilitas trestle turut memengaruhi kelancaran proses bongkar muat barang. Untuk itu, diusulkan penambahan dermaga sepanjang sekitar 250 meter yang dilengkapi trestle agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga berencana melakukan pengembangan pelabuhan, termasuk penambahan fasilitas di area belakang guna meningkatkan kapasitas layanan.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres juga berdialog dengan petugas pelabuhan dan masyarakat sekitar untuk menyerap aspirasi serta mengetahui langsung tantangan operasional di lapangan.
Peninjauan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja di Nabire. Selanjutnya, Wapres dijadwalkan melanjutkan agenda ke Kawasan Pusat Pemerintahan (KPP) Papua Tengah di Wanggar untuk meninjau pembangunan, termasuk rumah susun ASN, sebelum bertolak ke Kabupaten Mimika.
Kunjungan ini diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan infrastruktur serta memperkuat konektivitas dan distribusi logistik di Papua Tengah sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan nasional. (*)





















