NABIRE, WAGADEI – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah bekerjasama dengan pemerintah daerah di delapan kabupaten akan memfokuskan pelaksanaan seleksi calon mahasiswa sekolah kedinasan pada tahun 2026.
Program ini bertujuan menyiapkan generasi muda Papua Tengah agar mampu mengikuti seleksi masuk sejumlah sekolah kedinasan milik kementerian dan lembaga di Indonesia.
Kepala BKPSDM Papua Tengah, Denci Meri Nawipa, mengatakan bahwa tahun ini pihaknya tidak hanya berfokus pada seleksi calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), tetapi juga memperluas peluang ke sejumlah sekolah kedinasan lainnya atas arahan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH.
“Pekan depan kami akan menurunkan tim ke delapan kabupaten, mulai dari Nabire, Mimika, Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai, hingga Paniai. Selain sosialisasi, kami juga memberikan pemahaman kepada calon mahasiswa dan orang tua bahwa masih banyak sekolah kedinasan selain IPDN yang dibiayai pemerintah,” ujarnya saat memimpin rapat internal di Nabire, Kamis (10/04/2026).
Adapun enam sekolah kedinasan yang akan difasilitasi BKPSDM Papua Tengah pada tahun 2026 meliputi Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, Politeknik Imigrasi, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, serta Sekolah Tinggi Intelijen Negara.
Denci menegaskan, sama seperti IPDN, program ini akan memprioritaskan putra-putri asli Papua Tengah agar dapat mengenyam pendidikan gratis sekaligus dipersiapkan menjadi birokrat di masa depan.
“Provinsi ini dibentuk untuk memberdayakan anak-anak asli Papua. Ini bagian dari semangat Otonomi Khusus yang harus kita dorong bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan SDM BKPSDM Papua Tengah, Wanda Joice Tangkere, menjelaskan bahwa terdapat tiga jalur seleksi yang akan ditempuh, yakni jalur reguler, afirmasi kewilayahan khusus Tanah Papua, serta jalur pembibitan yang dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
“Peserta yang lolos melalui jalur pembibitan akan dipersiapkan untuk kembali dan mengabdi di Papua Tengah. Kami juga telah mengajukan permohonan kuota ke Kementerian PAN-RB,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Sub Bidang Pengembangan Kompetensi BKPSDM Papua Tengah, Ferdinand Somnaikubun, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan sosialisasi secara masif guna meningkatkan minat generasi muda Papua Tengah.
Selain itu, calon peserta juga akan mendapatkan pembinaan berupa bimbingan belajar (bimbel) sebelum mengikuti seleksi, sehingga potensi dan minat mereka dapat diarahkan sesuai dengan sekolah kedinasan yang tepat.
“Kami ingin semakin banyak anak-anak Papua Tengah menjadi birokrat dan teknokrat di tingkat nasional. Karena itu, sosialisasi dan pembinaan akan kami lakukan secara maksimal,” ujarnya.
Dengan program ini, diharapkan para calon mahasiswa serta orang tua di Papua Tengah mulai aktif mencari informasi terkait sekolah kedinasan dan mempersiapkan diri sejak dini untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun 2026. (*)
