Rakerwil I Hidayatullah Papua Tengah Resmi Dibuka, Pemprov Siap Perkuat Kolaborasi

Nabire, WAGADEI – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menghadiri sekaligus membuka secara resmi Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Hidayatullah Papua Tengah Tahun 2026 yang digelar di Aula Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Nabire, Sabtu (7/2/2026).

Rakerwil yang mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Hidayatullah Papua Tengah yang Mandiri dan Berpengaruh” tersebut dibuka oleh Staf Ahli II Bidang Kemasyarakatan, Sumber Daya Manusia, dan Pengembangan Otonomi Khusus Provinsi Papua Tengah, Ukkas, yang mewakili Gubernur Papua Tengah.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatullah, Ketua DPW Hidayatullah Papua Tengah beserta seluruh pengurus wilayah dan daerah, para ustaz dan ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta peserta Rakerwil dari berbagai daerah di Papua Tengah.

Dalam sambutan Gubernur Papua Tengah yang dibacakan oleh Staf Ahli II, disampaikan permohonan maaf karena Gubernur belum dapat hadir secara langsung lantaran tengah melaksanakan tugas pemerintahan di daerah.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rakerwil I DPW Hidayatullah Papua Tengah sebagai forum strategis dalam memperkuat konsolidasi dan penguatan organisasi.

Momentum pelaksanaan Rakerwil yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan dinilai sebagai sarana refleksi spiritual untuk meningkatkan kualitas iman dan ibadah, sekaligus memperkuat komitmen pengabdian kepada umat.

Tema transformasi organisasi dinilai relevan dengan dinamika dan tantangan zaman, khususnya dalam membangun kemandirian organisasi tanpa meninggalkan jati diri sebagai lembaga dakwah dan pendidikan.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya bertumpu pada kecerdasan intelektual, tetapi juga harus dibarengi dengan pembentukan karakter, peningkatan keterampilan, serta kemandirian ekonomi.

Pesantren diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan yang tidak hanya mencetak kader dakwah, tetapi juga membekali santri dengan keterampilan hidup di bidang pertanian, peternakan, dan kewirausahaan agar mampu mandiri dan berdaya saing.

Selain itu, pesantren dan organisasi keagamaan, termasuk Hidayatullah, didorong untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan arus global, namun tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemasyarakatan sebagai fondasi organisasi.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga membuka ruang kolaborasi dan sinergi dengan DPW Hidayatullah Papua Tengah dalam berbagai program sosial kemasyarakatan, pembinaan anak yatim dan anak terlantar, serta kerja sama lintas sektor dengan perangkat daerah, termasuk Dinas Sosial.

Pemprov Papua Tengah menilai Hidayatullah telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, mandiri, dan berwawasan kebangsaan.

Melalui Rakerwil ini, diharapkan lahir program-program berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan zaman dan berkontribusi bagi terwujudnya masyarakat Papua Tengah yang harmonis, damai, dan sejahtera. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan