Nabire, WAGADEI – Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Petrus Tekege, memaparkan secara rinci skema bantuan pendidikan yang diberikan Pemerintah Provinsi Papua Tengah kepada 1.967 mahasiswa perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Papua Tengah.
Petrus Tekege menjelaskan bahwa bantuan pendidikan yang disalurkan pemerintah daerah mencakup sebagian besar biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), dengan besaran mencapai sekitar 70 persen dari total kewajiban mahasiswa sebesar Rp3.950.000. Untuk mahasiswa semester 3, bantuan yang diterima mencapai sekitar Rp2.749.000. Apabila mahasiswa telah melunasi SPP terlebih dahulu, maka dana bantuan tersebut dikembalikan langsung kepada mahasiswa bersangkutan.
Sementara itu, pada semester 5, bantuan yang diberikan lebih besar. Selain bantuan SPP sebesar Rp2.799.000, mahasiswa juga menerima dukungan biaya untuk kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau PPL sesuai dengan program studi masing-masing, sehingga total bantuan yang diterima mencapai lebih dari Rp5 juta.
Adapun mahasiswa semester 7 memperoleh bantuan SPP serta dukungan biaya untuk penyusunan tugas akhir, dengan total bantuan sekitar Rp5.999.000 per mahasiswa.
Pihak kampus menegaskan bahwa bantuan pendidikan ini bukan untuk membayar utang pendidikan mahasiswa, melainkan merupakan bantuan murni yang diberikan pemerintah daerah pada semester yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu, mahasiswa yang masih memiliki kewajiban pembayaran pada semester sebelumnya dianjurkan untuk segera menyelesaikannya agar tidak mengalami kendala dalam mengikuti ujian akademik.
Program bantuan pendidikan ini dinilai memberikan dampak positif yang signifikan, karena mampu meringankan beban mahasiswa yang sebelumnya khawatir tidak dapat mengikuti ujian maupun menyelesaikan studi akibat keterbatasan biaya.
Dengan adanya dukungan tambahan, termasuk rencana penyediaan akses internet gratis bagi mahasiswa, diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal tanpa hambatan.
Dari total 1.967 mahasiswa penerima, terdapat sekitar 20 hingga 30 mahasiswa yang terverifikasi tidak memenuhi persyaratan administratif, sehingga dana bantuan untuk nama-nama tersebut akan dikembalikan ke kas daerah.
Sementara itu, total alokasi anggaran bantuan pendidikan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah mencapai Rp8,2 miliar.
Pihak Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire berharap program bantuan pendidikan ini dapat terus berlanjut setiap semester ke depan, seiring dengan meningkatnya jumlah mahasiswa.
Selain itu, kampus juga berkomitmen mendorong mahasiswa agar semakin disiplin, kreatif, dan fokus meningkatkan kualitas akademik, guna mendukung visi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah dalam mewujudkan SDM unggul menuju Papua Tengah yang maju pada tahun 2030. (*)





















